“Tak
ada TEGUR, TATAP, TANYA, TANGIS, TAWA, kids zaman now”.
Sepertinya
kalimat di atas cukup tepat untuk menggambarkan fenomana anak-anak kita
sekarang ini. Sudah menjadi pemandangan yang lumrah melihat anak-anak terutama anak
sekolah dasar (SD), sudah mahir dan lihai mengoperasikan smartphone alias telpon
pintar. Bermain gadget yang kebablasan sampai tak fokus pada pelajaran. Anak-anak
bergadget kekinian ini didefinisakan benar-benar kids zaman now dah pokoknya.
Saya
terenyuh ketika melihat sebuah video berbahasa Thailand yang menceritakan ada pasangan
suami istri yang ingin membelikan anakanya tablet (gadget) karena aplikasi game(s)
di tablet itu keren dan banyak. Namun tak disangka penjual gadget tersebut malah
tidak mau menjualnya dengan alasan anak mereka masih umur 5 tahun dan tablet tersebut
untuk anak usia 12 tahun ke atas. Pembeli tersebut kaget dan sedikit kesal tapi
dengan bijak si penjual menasehati nya seraya berkata habiskan waktu bersama
anakmu karena itu lebih berharga. Woooow what an inspiring video !!!!!!
Sebaliknya
malah kita di sini, dengan gampangnnya mem-feeding anak-anak kita dengan
gadget. Hal
ini pun membuat saya tertarik membuat coretan tentang fenomena gadget dan kids
zaman now. Tak hanya itu, di lingkungan keluarga saya sendiri tak bisa saya
pungkiri potret perilaku anak dengan jajanan gadget terjadi pada beberapa keponakan
saya yang masih mengenyam bangku SD bahkan yang masih berumur 3 tahun sudah merajai
cara mengutak-atik telpon canggih atau smartphone. Pulang sekolah, sebelum
tidor bahkan di hari-hari libur pun mereka asyik memencet tombol- tombol
smartphone milik orang tua mereka tanpa memperhatikan sekeliling mereka. Anak-anak
zaman now kalau sudah pegang gadget, asyiknya gak ketulungan.
Sedikit
melirik kebelakang jaman saya kecil dulu belum ada yang mengenal smartphone,
melihat bentuk gadget seperti HP ataupun telpon saja jarang kalo tidak di TV ya
paling di rumah sakit atau di pinggir jalan kota-kota besar (telpon koin zaman
dulu). Naaah kids zaman now, masih balita saja sudah piawai memainkan handphone,
luar biasa memang.
Namun
saya bersyukur dunia kecil saya tak mengecap rasanya bermain gadget. Semasa kecil saya dan
teman-teman asyik bermain di sawah dan sungai. Masak-masakan dengan panci dari
tanah liat, bermain lumpur, berlarian, bermain tali, berpetualang, petak umpet,
selodor, dan bermain permainan
tradisonal lainnya. Aaah kami merasakan masa keseruan bersama-sama. Namun kidz
zaman now sudah jarang mengenal permainan-permainan tradisional, mereka lebih
tertarik duduk sendiri, sibuk sendiri dan asyik sendiri dengan gadget digenggaman
mereka.
Fakta
yang terjadi akhir-akhir ini adalah smartphone sudah dijadikan babysitter oleh
kebanyakan orangtua. Anak rewel, ngambek, langsung disuapi dengan gadget yang berisi
dengan fitur-fitur yang bervariasi dan meggoda mata anak mereka. Seolah-olah
gadget sudah menjadi guardian angel atau
penyelamat yang mampu menjaga anak-anak mereka biar tidak rewel dan nangis. Hal
ini pun perlu ditelusuri apakah kebiasaan para orangtua mereka juga seperti
itu, asyik dengan super duper handphone canggih mereka sehingga mereka pun lupa
tugas sebagai orang tua dan tak menghiraukan anak-anak mereka. Karena
lingkungan yang men-support akhirnya anak-anak pun tak luput berperilaku
demikian.
Coba
kita perhatikan, tak hanya anak kecil orang dewasa pun termakan pengaruh
telepon pintar ini. Ketika berkumpul anak-anak tak ada yang memperhatikan
sekeliling mereka, mereka menunduk, pencat-pencet tombol gadget mama papa,
bahkan hanya terdiam tak ada suara gurauan dan candaan. Itulah yang terjadi
dari kita sebagai orang dewasa kebanyakan.
Kasihan
sekali anak-anak kita zaman now yang kecanduan oleh gadget. Tak ada teguran, tawa,
tatap, tanya. Mereka cuek dan tak peduli dengan sekelilingnya. Horrible disaster.
Nampaknya
kids jaman now itu sudah lumpuh rasa sosialisasi mereka. Gadget bena-benar
mematikan aktifitas sosial mereka. Lihat anak-anak kita pun jadi enggan untuk
berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Walaupun physically mereka sedang
bersama kita tapi ketika dipanggil seakan mereka meng-ignore atau tak mempedulikan teguran orang lain, tak ada bahasa suara, buat apa????
Sebagai
orang tua dan yang akan menjadi orang tua sudah saatnya lebih aware dengan
fenomena tersebut. Sungguh banyak dampak negative dari penggunaan gadget
apalagi berlebihan dan tidak diawasi. So…..
- Mari kita habiskan waktu bersama anak-anak kita karena waktu bersama mereka lebih berharga.
- Habiskan dan temani anak-anak kita bermain bersama selagi bisa bercengkrama.
- Waktumu bersama anak-anak tak kan bisa terbeli karena sebentar lagi kau akan melihat mereka tumbuh dewasa cepat sekali.
- Bekali mereka dengan buku-buku, bukan dengan gadget terbaru.
- Ajarkan mereka berinteraksi biar mereka lebih peduli
- Ingat, Jangan sampai anak-anak kita kebablasan dan pada akhirnya kecanduan.
Polisi tidur dibuat untuk
membuat pengendara agar tak se-enaknya kebut-kebutan ketika kendaraanya sedang
melaju demikian juga orang tua itu ibarat polisi tidur yang tugasnya mengerem
anak-anak kita agar tidak kebablasan bermain dengan telepon pintar.





cek situs kami yuuukk...
BalasHapusQIUQIU99.COM Agen Judi Domino Online Terpercaya di Indonesia
Sahabatqqasia.com agen domino qq agen DOmino 99 dan poker online aman dan terpercaya
Capsabandarq.com capsa online agen bandar q domino 99 qiuqiu online bandarq
ada game batu di sini
BalasHapuspoker
Jacpot
OMAHA
KLIK DI SINI
CARA BERMAIN POKER AGAR MENANG
menang banyak