Menjelang
pergantian tahun 2017, saya berencana menghabiskan malam tahun baru di hotel
yang letaknya tak jauh dari Bandara International Lombok (LIA). Kali ini saya berkesempatan
staycation di D’Max Hotel and Convention. Meski saya sering lalu lalang melewati D’Max, ini merupakan kali
pertama saya bertandang dan bermalam di D’Max Hotel and Convention. Biasanya
awal tahun saya hanya diam di rumah bersama keluarga atau camping di bukit
bersama kawan-kawan. Namun kali ini saya ingin try something new dengan merasakan stay di hotel dan saya pun tidak sendiri, karena
ditemani oleh pak suami.
Berlokasi
di Jl. Raya Bypass BIL Km 2 Praya, Lombok Tengah dan merupakan hotel teranyar
karena berjarak 3 menit saja dari bandara menjadi point menarik buat D’Max.
Selain itu, untuk menuju kawasan wisata seperti desa adat Sade, desa adat Ende,
pantai Kuta, pantai Seger, Selong Belanak dan pantai eksotis lainnya bisa
ditempuh sekitar 25 menit dari D’max. Wooow sangat deket dan strategis bukan?
Behind
the scene mengapa saya menghabiskan pergantian malam tahun baru di D’Max,
karena suami saya diundang untuk meliput kegiatan malam tahun baru di sana.
Naaah, sekalian saja saya mau me-review “how’s the hotel?” Siapa tahu bisa
bermanfaat buat para wisatawan yang sedang dan ingin liburan di Lombok dan
mencari hotel yang tak jauh dari kawasan bandara dan destinasi wisata seru
lainnya di bumi sasak.
Kami
tiba sekitar jam 02.30 siang lalu check in dan segera menuju kamar. Hotel
bintang 4 ini mempunyai 137 kamar. Tipe kamar di D’Max sangat bervariasi, mulai
dari suite room, executive room, deluxe
room dan superior room. Deluxe
room menjadi pilihan yang tepat untuk due sejoli seperti kami ini. Tipe kamar
dengan one single bed ini sangat
nyaman, lengkap dengan wifi gratis, TV dengan channel yang beragam, tea and
coffee making facility, laundry service, slipper, toiletnya dengan shower,
bathroom amenities yang complete dah pokoknya. Yang tak kalah pentingnya buat
saya penunjuk kiblat. So buat kita yang muslim kagak bingung nyari arah
kiblatnya. Sampai di kamar saya langsung membuka gorden pintu kamar dan tak di
sangka kamar kami langsung menghadap pemandangan hijau skylounge, spot instagramable buat fotoan dan juga kamar
kami berdekatan sama pool-nya. Saya pun langsung kegirangan untuk segera
berenang.
Sore
harinya kami meregangkan otot kaki dengan berjalan sejenak menyambangi suasana
hotel sembari mengambil beberapa photo hotel D’Max. Lelah berkeliling, perut pun
mulai keroncongan. Kemudian kami mencari tempat makan di sana. Ternyata D’Max
tidak hanya menyediakan restaurant “D’Bistro” dengan aneka menu western nya, jadi buat taste kalian yang
kebarat-baratan bisa mencicipi makanan di restaurantnya tetapi ada pula Food court buat kalian yang suka akan
menu masakan nusantara. Food Court
jadi option yang tepat bagi saya karena lidah saya rasa lokal, Indonesia banget
jadi saya dan suami saya memesan nasi goreng bumbu kampung dan nasi puyung,
kuliner yang sudah sangat terkenal di Lombok. Nuansa tempat di Food Court nya unik, atap nya terbuat
dari alang-alang dan lumayan luas plus tenang.
Kita juga langsung dimanjakan dengan view hamparan sawah hijau yang
menyejukkan bagi siapapun yang memandangnya. Nah soal makanan jangan di tanya, buat saya
nasi goreng bumbu kampung lumayan enak serta pas porsinya. Kalau nasi puyung,
sudah jelas rasa yang khas “pedes” nya nendang banget di lidah.

Selepas
magrib, kami pun siap-siap untuk mengikuti serangkaian acara pergantian tahun
baru di D’Max. Kami kembali lagi ke Food
Court untuk dinner, menu makan
malam nya lezat semua. Penyelenggara membuat tema “nusantara menu” untuk para
pengunjung yang hadir. Menu nya mulai dari berbagai sate seafood, sate Tanjung,
daging, ayam, urap, pecel dan masih banyak lagi. Acara live music dari band
akustik “Vokustik” dan DJ disuguhkan pada malam pergantian tahun 2017. Sayangnya tak lama setelah dinner, saya memutuskan untuk kembali ke
kamar karena kelelahan, akhirnya saya pun beristirahat dan hanya suami saya
yang menyaksikan acara new year 2018 untuk bahan tulisannya.
Cuaca
pagi 1 Januari 2018 sangat cerah, kami pun memburu sunrise yang sudah mulai
tampak, indah sekali. Kami bisa melihat matahari pagi dari skylounge, spot fotoan yang kece dan sangat ngehits yang dimiliki
D’Max. Selepas itu jam 8 saya dan suami saya sarapan di restaurant D’Bistro.
Model breakfastnya pun dengan prasmanan. Tersedia menu-menu sarapan
seperti western sampai Indonesia; toast, roti, omelet, bubur sum-sum, ketan
hitam, nasi goreng, ayam goreng, omelet, tumis sayuran, kentang, perkedel,
salad buah, minuman dingin maupun hangat; juice, coffee dan teh. yang semua tidak sekedar sehat dan
mengenyangkan namun juga rasanya mantap. Jadi betah berlama-lama di restaurantnya. hehehe...
![]() |
| D'Bistro Restaurant |










Tidak ada komentar:
Posting Komentar