 |
| Photo by Bakti |
Alunan
Budaya Desa (ALBD) 3 Pringgasela kembali di gelar tahun ini dan merupakan tahun
ke-3 dengan mengusung tema “Irama
dan Warna Tenun”.
Tema ini diambil karena sesuai dengan Pringgasela sebagai salah satu sentra
pengrajin kain tenun di Lombok dengan motif-motif yang cantik, unik dan
memiliki ciri khas.
Pringgasela
merupakan desa yang terletak di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur. Desa ini
terkenal akan keunikan kain tenunnya yang masih dibuat dengan gedogan (alat tradisional) serta proses pewarnaan alami dengan menggunakan daun-daunan
dan kulit kayu. Tak jarang jika berkunjung ke desa ini, Anda akan mendengar
suara tenunan di setiap sudut rumah warganya. No wonder desa ini kembali menggelar acara tahunan Alunan Budaya
Desa III bertajuk “Irama
dan Warna Tenun”.
 |
| Photo by Pubdok Pringgasela |
Acara
Alunan Budaya Desa ini sudah dimulai sejak tanggal 9 September 2017 dengan menyuguhkah
atraksi wayang di panggung persatuan Desa Pringgasela dan juga jalan sehat yang
diikuti oleh warga
se-kecamatan Pringgasela. Seperti ALBD tahun sebelumnya, acara ini juga dimeriahkan
dengan penampilan musik tradisonal seperti gendang
beleq dan
rantok yang berupa alat penumbuk padi yang terdiri dari alu dan lesung
yang menghasilkan nada yang indah dan berirama. Ada juga Selober,
alat musik yang ditiup dan terbuat dari pelepah daun enau (pohon aren) sehingga
mampu menyihir para warga dengan suara musik yang dihasilkan. Selain itu, yang
beda adalah ada tari tradisional “banaspatiraja”
yang juga ikut dipentaskan dalam perhelatan
Alunan Budaya Desa III Pringgasela.
 |
| Gendang Beleq (Photo by Bakti) |
 |
| Rantok (Photo by Bakti) |
 |
| Tarian Banaspatiraja (Photo by Bakti) |
Sebagai
puncak acara, pada
hari Senin pagi tanggal 11 September 2017 digelar
parade 1.350 penenun
se-kecamatan Pringgasela. Ribuan penenun membanjiri dan mengepung semua sudut
dengan suara khas dari tenun gedogan Desa
Pringgasela. Tepatnya
berlangusung demo tenun sekitar
1.350 penenun di Tugu Mopra
Pringgasela. Wooow pemandangan yang luar biasa!
 |
| Photo by Pubdok Pringgasela |
 |
| Photo by Bakti |
 |
| Photo by Bakti |
Acara
yang dimotori oleh para pemuda se-kecamatan Pringgasela ini berlangsung meriah
dan sukses. Parade 1.350
penenun yang terdiri dari ibu-ibu dan para gadis remaja pengrajin tenun ini
mampu menghipnotis semua warga yang datang menyaksikan gelaran ribuan penenun
tersebut. Acara ini juga dihadiri oleh para pejabat, seperti Bupati
Lombok Timur, Dinas Pariwisata Lombok Timur dan pejabat lainnya serta mampu
menarik perhatian para kuli tinta yang ingin mengudarakan tentang perhelatan 1.350 penenun ini. Tidak hanya itu, event
ini juga mampu men-attract para
wisatawan mancanegara yang berkunjung dan ingin melihat alunan irama dan warna ribuan
penenun pada ALBD III.
 |
| Photo by Bakti |
 |
| Photo by Bakti |
Meski
belum tercatat dalam rekor MURI, namun acara ini berjalan lancar dan terbilang sangat
menakjubkan. Salut buat semangat para pemuda yang bersatu untuk mensukseskan dan
menyemarakkan event ini. Pemuda di Desa Pringgasela sangat kreatif, apik dan bahu-membahu dalam men-create acara dengan suguhan yang
bertujuan mengangkat nilai-nilai budaya warisan para leluhur, melestarikan, memperkenalkan
tentang kain tenun khas Pringgasela serta mencintai tradisi dan produk lokal
dari daerahnya sendiri. Ini adalah heritage
yang sudah terun-temurun
dilakukan oleh warga Pringgasela. Hal inilah yang patut dicontoh oleh desa-desa baik
yang ada di Lombok maupun yang ada di penjuru nusantara. XoXo
Can’t
wait to see ALUNAN BUDAYA DESA IV.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar