Laman

Selasa, 05 September 2017

Ecobrick, Solusi Asyik Mengurangi Sampah Plastik

Photo by Kak Adjie
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Dr.Jenna Jambeck dari Universitas Georgia, AS bahwa Indonesia bertengger pada peringkat kedua sebagai negara penyumbang limbah plastik setelah Cina yang berada diposisi pertama. Setiap tahun ada sekitar 8 juta ton plastik bertebaran dan berhamburan di lautan dan Indonesia adalah donatur limbah plastik terbesar urutan ke-2 di dunia, menyumbang limbah plastik sebanyak 3,2 juta ton (sciencema.org). Bayangin kalau lautan yang sudah biru nan cantik berubah menjadi lautan sampah yang dibumbui full of plastic. Ditambah lagi menurut penelitian Conservancy tentang pasar ikan dunia, sebanyak 28% ikan di Indonesia tercemar plastik (source : bbc Indonesia) Gilaaaaa, Ngeriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.  
Pict via Google
Sampah memang menjadi masalah yang kompleks dan masih belum teratasi di negeri ibu Pertiwi. Meski banyak cara yang sudah dilakukan oleh pemerintah dalam hal mengatasi sampah mulai dari peringatan, edukasi sampah, aksi kebersihan, mengurangi penggunaan plastik dan lain lain. Namun faktor yang paling mendasar adalah karena sebagian besar masyarakat kita kurang menyadari akan bahaya membuang sampah sembarangan. Kebanyakan dari kita do not really care sama namanya kebersihan. 

Yang menjadi big issuenya adalah kalau sampah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos karena bisa terurai, naaah masalahnya kalau sampah plastik, how? Dibuang ke laut atau sungai? Dibakar?. Plastik butuh sekitar berabad-abad bahkan bermilenia tahun buat terurai, lama banget kan.

Nah kalian gak mau dong kalau lautan Indonesia turn into alias berubah jadi sup lautan bertaburan sampah plastik? So mari menjadi penggiat sampah mulai dari diri kita sendiri deh. Ayoo lakukan aksi meski sekecil apapun mengurangi sampah plastik dengan cara yang asyik yaitu Ecobrick. 

Ecobrick adalah salah satu cara mengurangi pencemaran sampah plastik yakni dengan cara memasukkan limbah anorganik ke dalam botol plastik hingga berisi penuh. Ecobrick ini cara yang efektif karena selain untuk mengurangi, juga bisa mendaur ulang sampah plastik dengan menggunakan wadah botol untuk dijadikan barang yang bermanfaat dan bernilai seperti membuat pagar, kursi, meja, roof bottle (atap) bahkan tembok rumah. Dengan Ecobrick kita sudah menerapkan 3R: Reduce, Reuse dan Recycle.

Cara membuat Ecobrick pun kagak butuh skill, mesin canggih, teknisi, ataupun biaya mahal. Kalian tinggal mengisi media botol plastik sampai penuh dan padat dengan sampah-sampah plastik seperti sampah kemasan makanan, bungkus kopi, susu, wafer, mie instan, shampoo, sabun, minyak, deterjen dan plastik lainnya. 


Penerapan Ecobrick ini sudah dimulai dari dulu oleh negara-negara maju seperti Kanada, Jerman dan negara maju lainnya. Eiiiiths di Indonesia, khusunya di Lombok, juga sudah ada lho yang apply metode Ecobrick. Untuk kalian yang kepo dan ingin ngeliat tentang Ecobrick, bisa berkunjung ke Bank Sampah Mandiri yang ada di Jl. Leo No. 24 Lingkungan Banjar Selaparang, Ampenan. Disana kalian bisa belajar membuat Ecobrick dari mbak Aisyah Odist plus bisa melihat hasil-hasil buah tangan dari olahan Ecobrick dan sampah plastik. Pokoknya pasti menarik. Bank Sampah NTB Mandiri yang dikelola oleh Aisyah Odist juga bekerja sama dengan teman-teman Komunitas Earth Hour menggagas gerakan 1000 Ecobrick. Setiap hari mereka berburu sampah plastik untuk membuat Ecobrick.
Pict via Google

Photo by Lely
So kalo kalian punya sampah plastik setiap hari cukup masukkan ke dalam botol plastik, kumpulkan dan ditabung sebanyak-banyaknya deh. Kalian bisa mengelola sampah plastik kalian sendiri. Sederhana bukan. Mari menularkan hal positif, tumpas sampah plastik dengan Ecobrick. Dengan Ecobrick kalian sudah berkontribusi mengakhiri polusi plastik.  

Inget, membuang sampah sembarangan berarti sama saja dengan mengotori dan mencemari alam ciptaan Tuhan.
 
Selamat mencoba!


4 komentar:

  1. Sangat bermanfaat. Pertama kali kenal teknik ini saat main2 ke bank sampah NTB. Asik juga kalau diterapkan di Sumbawa ni mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayooo mas Imran, terapkan di Sumbawa. Selamat mencoba.

      Hapus
  2. Saya juga mulai bikin ecobrick sendiri nih di rumah. Dan baru mau masuk ke botol yang kedua. Bwahahahahhaha.

    Kalau udah terkumpul banyak baru deh disetor ke Bank Sampah ;)

    BalasHapus
  3. Iya kak Andy, seru ternyata buat ecobrick sendiri. Sy jg sedang kumpulin ecobrick mw buat taman hehe

    BalasHapus