Laman

Selasa, 20 September 2016

Karena pungut sampah itu gak susah

Pada sabtu pagi saya, beberapa teman  relawan Kelas Inspirasi dan mbak Aisah dari bank sampah berangkat ke Gili Maringkik yang berada di Tanjung Luar, Lombok Timur. Gili Maringkik merupakan pulau dengan jumlah penduduk sekitar 600kk dan lumayan padat. Jarak dari mataram ke pulau Maringkik sekitar 2 jam.
Hari sabtu dan minggu saya dan teman-teman relawan ada kegiatan yang merupakan kegiatan follow up dari Kelas Inspirasi Lombok yang sudah berlangsung 28 maret 2016 yang lalu. Kegiatan ini lebih berupa pengabdian ke masyarakat tentang permasalahan yang terjadi di pulau/gili. Tujuan kami ke Gili Maringkik yaitu mengadakan kegiatan bersih pantai dan penyuluhan tentang pemanfaatan sampah, karena kebanyakan masalah yang kami lihat di pulau ini adalah banyaknya sampah. kami pun turut serta mengundang mbak Aisah sebagai narasumber sekaligus pelatih pada kegiatan ini. Mbak Aisyah tidak hanya melatih tetapi juga mengedukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari sampah. 
Aisyah Odist yang arab disapa mbak Aisyah ini merupakan aktifis dan pegiat lingkungan. Mbak Aisyah dengan bank sampahnya sudah banyak melakukan kegiatan baik berupa penyuluhan sampah, penghijauan dan penanaman bakau di daerah pesisir maupun pelatihan tentang pemanfaatan sampah ke Masyarkat di NTB khusunya. Saya sangat senang ketika bisa mengunjungi bank sampah yang didirikan oleh mbak Aisyah dan bisa melihat hasil karya-karya daur ulang sampah yang sudah disulap menjadi tas, kotak pensil dan hiasan-hiasan dari sampah plastik.
Kegiatan pertama kami berkunjung ke SDN 2 Tanjung Luar sekalian silaturrahmi dengan guru-guru serta bertemu dengan adik-adik di sekolah di mana Kelas Inspirasi Lombok berlangsung. Kami sangat senang bertemu dengan mereka. Selanjutnya sore hari kamipun berkeliling melihat dan observasi kondisi pulau dan mengobrol dengan masyarakat sekitar.
Menjelang magrib kami mendirikan tenda karena akan bermalam di sana. Pada malam hari kami berdiskusi tentang kegiatan untuk hari minggu. Ditemani langit penuh bintang, kopi hangat, alunan musik gitar dan suara gemuruh ombak membuat camping di pulau Maringkik sangat mengasikkan.
Setelah sarapan pagi kami bergegas ke sekolah dan berkumpul dengan adik-adik. Kak Wulan yang memandu acara mulai menyemangati adik-adik dengan yel-yel semangat. Setelah itu kegiatan bersih-bersih pantai berlangsung, kami dan adik-adik sangat semangat ikut kegiatan ini. Tak lupa mbak Aisyah juga mengedukasi adik-adik tentang jenis-jenis sampah, sehingga mereka punya pengetahuan tentang sampah. Setelah memungut sampah, kami mengajak adik-adik untuk bermain di tepi pantai.
Usai kegiatan bersih pantai, jam 9 mbak Aisyah mulai memberikan pengarahan kepada warga yang hadir tentang pemanfaatan sampah. Selanjutnya mbak Aisyah melatih bagaimana membuat sampah menjadi barang-barang yang bemanfat seperti membuat tas, kotak pensil ataupun piring dari minuman gelas plastik, yang semuanya itu sangat bermanfaat dan mempunyai nilai jual dan guna. Para warga sangat antusias untuk belajar dan mengikuti arahan dari mbak Aisyah. Selesai acara jam 11.30 kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke Mataram. 
kalau nemu sampah, pungutlah!

5 komentar:

  1. Halo mb Emi...
    Berkunjung dulu yaaa.
    Salam kenal dan mari selalu semangat menulis plus memungut sampah plastik.

    BalasHapus
  2. keren dek..semangat ngeblog ya..:)

    BalasHapus
  3. Sslam hangat semuanya :) tulisannya bagus. Kapan2 kalau ada kegiatan sosial lingkungan, bisa ikut ngak mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan mas Imron. terima kasih sudah baca blog sy. nanti di kabari kalo ada kegiatan lagi

      Hapus