Pada sabtu pagi
saya, beberapa teman relawan Kelas
Inspirasi dan mbak Aisah dari bank sampah berangkat ke Gili Maringkik yang
berada di Tanjung Luar, Lombok Timur. Gili Maringkik merupakan pulau dengan
jumlah penduduk sekitar 600kk dan lumayan padat. Jarak dari mataram ke pulau
Maringkik sekitar 2 jam.
Hari sabtu dan
minggu saya dan teman-teman relawan ada kegiatan yang merupakan kegiatan follow
up dari Kelas Inspirasi Lombok yang sudah berlangsung 28 maret 2016 yang lalu.
Kegiatan ini lebih berupa pengabdian ke masyarakat tentang permasalahan yang
terjadi di pulau/gili. Tujuan kami ke Gili Maringkik yaitu mengadakan kegiatan
bersih pantai dan penyuluhan tentang pemanfaatan sampah, karena kebanyakan masalah
yang kami lihat di pulau ini adalah banyaknya sampah. kami pun turut serta
mengundang mbak Aisah sebagai narasumber sekaligus pelatih pada kegiatan ini. Mbak
Aisyah tidak hanya melatih tetapi juga mengedukasi tentang pentingnya menjaga
kebersihan lingkungan dari sampah.
Aisyah Odist yang
arab disapa mbak Aisyah ini merupakan aktifis dan pegiat lingkungan. Mbak Aisyah
dengan bank sampahnya sudah banyak melakukan kegiatan baik berupa penyuluhan
sampah, penghijauan dan penanaman bakau di daerah pesisir maupun pelatihan
tentang pemanfaatan sampah ke Masyarkat di NTB khusunya. Saya sangat senang
ketika bisa mengunjungi bank sampah yang didirikan oleh mbak Aisyah dan bisa
melihat hasil karya-karya daur ulang sampah yang sudah disulap menjadi tas,
kotak pensil dan hiasan-hiasan dari sampah plastik.
Kegiatan pertama
kami berkunjung ke SDN 2 Tanjung Luar sekalian silaturrahmi dengan guru-guru serta
bertemu dengan adik-adik di sekolah di mana Kelas Inspirasi Lombok berlangsung.
Kami sangat senang bertemu dengan mereka. Selanjutnya sore hari kamipun
berkeliling melihat dan observasi kondisi pulau dan mengobrol dengan masyarakat
sekitar.
Menjelang magrib
kami mendirikan tenda karena akan bermalam di sana. Pada malam hari kami
berdiskusi tentang kegiatan untuk hari minggu. Ditemani langit penuh bintang,
kopi hangat, alunan musik gitar dan suara gemuruh ombak membuat camping di
pulau Maringkik sangat mengasikkan.
Setelah sarapan
pagi kami bergegas ke sekolah dan berkumpul dengan adik-adik. Kak Wulan yang
memandu acara mulai menyemangati adik-adik dengan yel-yel semangat. Setelah itu
kegiatan bersih-bersih pantai berlangsung, kami dan adik-adik sangat semangat
ikut kegiatan ini. Tak lupa mbak Aisyah juga mengedukasi adik-adik tentang
jenis-jenis sampah, sehingga mereka punya pengetahuan tentang sampah. Setelah
memungut sampah, kami mengajak adik-adik untuk bermain di tepi pantai.
Usai kegiatan bersih pantai,
jam 9 mbak Aisyah mulai memberikan pengarahan kepada warga yang hadir tentang
pemanfaatan sampah. Selanjutnya mbak Aisyah melatih bagaimana membuat sampah
menjadi barang-barang yang bemanfat seperti membuat tas, kotak pensil ataupun
piring dari minuman gelas plastik, yang semuanya itu sangat bermanfaat dan
mempunyai nilai jual dan guna. Para warga sangat antusias untuk belajar dan
mengikuti arahan dari mbak Aisyah. Selesai acara jam 11.30 kami pun melanjutkan
perjalanan pulang ke Mataram.
kalau nemu sampah, pungutlah!






Halo mb Emi...
BalasHapusBerkunjung dulu yaaa.
Salam kenal dan mari selalu semangat menulis plus memungut sampah plastik.
ok mbak, salam kenal kembali.
Hapus:-)
keren dek..semangat ngeblog ya..:)
BalasHapusSslam hangat semuanya :) tulisannya bagus. Kapan2 kalau ada kegiatan sosial lingkungan, bisa ikut ngak mba?
BalasHapussilahkan mas Imron. terima kasih sudah baca blog sy. nanti di kabari kalo ada kegiatan lagi
Hapus