Tak dipungkiri lagi Lombok punya
pesona alam yang luar biasa menawan. Tak heran jika banyak para wisatawan baik domestik
maupun mancanegara datang singgah dan ingin menikmati panaroma hasil maha karya
sang Pencipta. Dari tahun ke tahun jumlah para pelancong di pulau yang
bertetangga dengan Bali ini semakin menanjak saja. Lombok yang lebih dikenal dengan “Pulau Seribu Masjid”
menyimpan panorama alam yang indah nan menggoda mulai dari gunung Rinjani,
bukit-bukit, gili-gili dan pantainya yang membiru, alam lautnya yang bahari
serta air terjunnya yang begitu eksotis untuk
dijelajahi. Namun dalam postingan kali ini saya akan mengisahkan experience ngebolang saya pada dua air
terjun yang terletak di satu kawasan yaitu Air Terjun Sendang Gile dan Air
Terjun Tiu Kelep yang sudah sangat tersohor dan menambahkannya dengan
mengunjungi Kebun Kopi seru di Senaru, Lombok Utara.
Merasakan Sensasi
Terpaan Air Terjun Sendang Gile
Air terjun ini sangat popular di
kalangan wisatawan. Air terjun ini berlokasi di desa Senaru, Kecamatan Bayan
Lombok Utara. Akses menuju ke sana tidaklah sulit, bisa dilalui kendaraan baik
motor, mobil atau bus. Cukup dengan memarkir kendaraan pada area parkir dan membayar
tiket masuk di loket yaitu Rp. 5000 untuk wisatawan lokal dan Rp. 10.000 untuk
wisatawan asing, and then kita sudah
bisa memasuki Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep. Untuk info kita juga bisa
meng-hire para guide lokal menuju ke
dua air terjun tersebut, harga bisa dinego, namun jika tidak butuh, juga tidak
apa-apa.
Di akhir pekan banyak sekali
wisatawan baik tua maupun muda datang ingin merasakan sensasi mandi di bawah
terpaan air terjun Sendang Gile. Apalagi kalau musim libur, lumayan ramai.
Meski ini sudah kali ketiga saya ke sini, tapi saya tidak pernah bosan
melangkahkan kaki saya di destinasi ini. Dan Kali ini saya ngebolang bersama
teman saya dari Jerman. Pertama saya mengajaknya ke Air Terjun Sendang Gile.
Air terjun ini tak pernah sepi
pengunjung. Menuju Sendang Gile kita akan menapaki jalan turunan dengan ratusan
anak tangga. Di sepanjang rute anak tangga, kita akan menikmati kicauan
burung-burung dan tentunya dihiburkan oleh beberapa monyet yang lalu-lalang menjadi
penunggu hutan. Well turun nya seh
enak, nah pas baliknya bisa bikin ngos-ngosan. Tak apalah hitung-hitung
ngurangin berat badan “pikir ku”..hehe
Air terjun ini menyuguhkan view pepohonan
hijau nan indah dengan ketinggian air sekitar 30 meter, dikelilingi hutan yang
sejuk dipandang mata, hawanya yang berkabut semakin menambah keeksotisan air
terjun ini plus airnya bikin menggigil saking dinginnya. Then kami melihat beberapa wisatawan basah-basahan menikmati
sensasi air yang tercurah dari atas tebing hutan. Tentunya kami pun tak lupa
mengcapture pemandangan alam di
sekitar air terjun Sendang Gile. Sekitar 20 menit berlalu, kami pun melanjutkan
jalan-jalan kami menuju air terjun Tiu Kelep.
Pesona Air
Terjun Tiu Kelep Yang Memikat
Selanjutnya saya dan teman saya
menancapkan kaki di air terjun Tiu Kelep. Air terjun ini masih satu kawasan dengan
air terjun Sendang Gile, namun lebih tinggi dan bisa di tempuh dengan berjalan
kaki selama 30 menit. Lumayankan untuk soft trekking. Eiiits Jangan kawatir, menuju
tempat ini juga sudah ada rutenya kok meski cukup melelahkan tapi akan terbayar
jika sudah berada di air tejun Tiu Kelep. Kami mulai melewati jalan setapak, menjejal
hutan disepanjang jalan, jembatan beton dan sungai kecil yang bebatuan. FYI
harus extra hati-hati, watch your step karena
kondisi jalan yang mulai licin apalagi jika musim hujan dan aliran air
sungainya deras.
Tiu Kelep ini adalah objek wisata
yang tak kalah Tenar juga dari Sendang Gile. Saya selalu terhipnotis oleh
pemandangan hutannya dan nuasa kabut yang membuat badan merasa semakin
kedinginan namun tetep nyaman. Teman saya sepanjang jalan tak henti-hentinya
berucap wooow it’amazing, even I’m tired but
it’s worth visiting. I’ll promise back to Lombok, akunya. Dia sangat terpikat oleh
pesona air terjun Tiu Kelep ini. Sampai disana kami hanya menikmati semburan dan
percikan buih-buih air terjun dengan ketinggian sekitar 50 meter ini. Karena
terlalu dingin dan deras kami memutuskan untuk tidak mandi tapi tetep saja kami basah
kuyup. Meski banyak wisatawan yang berendam di pinggiran air terjun, tapi kami
hanya memanjakan mata dengan mengitari sekitar air terjun, dan mencari spot
bagus buat foto-fotoan. Info penting, jadi kalau mau mandi jangan mendekati
terpaan air terjun Tiu Kelep karena sangat deras dan keras.

Belum puas rasanya jika belum mengabadikan
moment di air terjun yang menurut bahasa sasak Kelep artinya terbang. So that’s true, jika ke sini kita akan
merasa seperti terbang melayang-layang karena terpana oleh kemolekan air terjun Tiu Kelep. Tips: jangan lupa pakai sandal trekking kalau
mau travelling ke air terjun ya.
Capek sudah wara-wiri pada 2 air terjun
yang super kece ini, kami memutuskan untuk kembali ke parkiran dan sejenak
istirahat. Karena perut mulai keroncongan kami pun segera menyantap makan siang
di warung terdekat. So jangan panik ya, piknik ke tempat ini makin asyik karena
di sekitar kawasan desa Senaru banyak terdapat rumah makan dengan harga yang affordable banget. Selain itu juga
terdapat beberapa tempat penginapan mulai dari homestay, resort dan hotel. Bagi
yang ingin trekking di sekitaran Senaru sudah tersedia tour and travel pemandu
trekking ke Rinjani. Lengkap kan???
Terbius
hangatnya secangkir kopi di Kebun Kopi Seru, Senaru.
Kebun Kopi ini mulai buming awal tahun 2016. Letaknya yang
tak jauh, sekitar 10 menit menggunakan kendaraan dari parkiran kedua air terjun
tadi. Kebun kopi Senaru ini juga dikenal dengan nama Tebing Kelep merupakan kawasan yang dikelola oleh pemerintah setempat. Tebing
Kelep menjadi tempat wisata yang semakin beken di kawasan Senaru. Sebelum
menuju destinasi, disana juga terdapat desa adat Senaru dengan rumah-rumah adat
dari alang-alang yang masih alami dan dijaga. Dan jika kalian ingin masuk,
cukup dengan seiklasnya donate some money
sudah bisa melihat rumah khas sasak Lombok.
Setelah memarkir kendaraan, saya dan
teman saya melanjutkan perjalanan kami dengan berjalan sekitar 15 menit menuju
lokasi. Kalau kalian agak males jalan, di sana juga menyediakan jasa antar
jemput ojek, cukup dengan merogah isi kantong Rp.15.000. Meskipun lumayan lelah
tapi tak membakar semangat kami menggerakkan kaki menuju wisata kebun kopi. Perlu
diketahui, kalau menggunkan mobil harus parkir di deket desa adat Senaru, tapi
jika menggunakan motor kalian langsung bisa menuju wisata Kebun Kelep. Nah
inget, tetep hati-hati karena jalannya terdapat tanjakan.
Tak terelakkan lagi setiap traveler yang ke sini pasti terbius oleh
view yang disuguhkan, sangat menarik dan bikin takjub. Sampai-sampa temen saya
bilang It amazes me, poor me I only see thousand
tower in my country. So fascinating. Meski cuaca cerah, Hawa dingin dan udara
yang seger tetep menyelimuti. Saya pun mengajaknya untuk meneguk kenikmatan
kopi khas Senaru yang sudah disediakan oleh salah satu pengelola di Kebun
Tebing. Kami pun berbincang-bincang sambil menyantap wafer yang kami bawa dan
secangkir kopi hangat. Setelah bercengkrama tak ketinggalan kami mengambil
gambar di spot yang ngehits ini. Dari pihak pengelola juga sudah menyediakan
spot foto yang instagramable buat para pengunjung. Dari atas tebing ini kita
bisa memandang luas dan puas air terjun Tiu Kelep dan hutan belantara hijau
yang begitu membuat terpana. Ya Tuhan, nikmat yang mana lagi yang kau dustakan.
Sangat damai dan tenang berada di kawasan yang berdekatan dengan gunung Rinjani
tersebut. Temen saya sangat terkagum-kagum dan selalu bilang you are so lucky lah.

Pokoknya paket komplit lah jika ingin
melancong ke desa Senaru, sudah ada dua air terjun yang menjadi magnet ditambah pula
daya pikat Tebing Kelep yang menghipnotis para wisatawan baik dari dalam maupun
luar negeri. Hari sudah mulai senja, selanjutnya kami pun bersiap untuk kembali
ke rumah, meski badan masih merasa betah untuk berlama-lama di sana.
Setiap ngebolang jangan mengotori
lingkungan dan bawa sampah kalian pulang, biar alam pun ikut senang. Selamat
ngebolang.