Laman

Selasa, 13 Juni 2017

Tadabbur Alam Bulan Ramadhan Menapaki Jejak - Jejak Peninggalan Islam di Sembalun

Lombok Bumi Seribu Masjid
Tulisan ini peserta Lomba Blog #LombokBumi1000Masjid
Siapa yang tak mengenal Desa Sembalun?! Desa yang jika dilihat dari sisi manapun pemandangannya sangat menakjubkan. Panorama Gunung Rinjani, barisan bukit yang hijau nan indah, tanah yang begitu subur yang ditanami buah-buahan dan sayur-mayur seperti strawberry, apel, wortel, dan dilengkapi juga dengan kebun bunga yang cantik serta orang-orangnya yang begitu ramah. Alam Sembalun selalu memukau sehingga banyak para wisatawan berkunjung ke desa yang terletak di lembah Rinjani ini. 

Dengan alamnya yang begitu indah, sudah tentu warga di Sembalun mendapat banyak berkah. Faktanya semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung dan ingin menikmati pemandangan Desa Sembalun yang begitu mempesona dan selalu membuat terpana. Selain itu juga, Desa Sembalun mendapat penghargaan sebagai World’s Best Halal Honeymoon Destination sehingga desa ini semakin tersohor.

Dibalik panorama alamnya yang juara, Desa Sembalun juga menyimpan sejarah peradaban Islam di Lombok. Tak banyak yang tahu tentang jejak-jejak peninggalan agama Islam di Desa Sembalun. Pada bulan Ramadhan kali ini, saya dan teman saya mencoba melakukan kegiatan tadabbur alam ke Sembalun dan mencoba mencari tahu tentang sejarah masuknya agama Islam di sana. 
pemandangan desa sembalun
Pemandangan Desa Sembalun
Tadabbur alam sambil menapaki sejarah Islam di suatu tempat menjadi aktifitas yang menarik di bulan Ramadhan, karena  tadabbur alam adalah salah satu cara untuk mengenal Tuhan dengan mengunjungi dan melihat ciptaan-Nya. Meski puasa, hal ini bukan penghalang untuk melakukan kegiatan jalan-jalan sambil belajar tantang sejarah Islam.  

Siang itu kami bertemu dengan tokoh adat, agama dan sejarah Desa Sembalun yaitu Pak Abdurrahman Sembah Ulun. Kami disambut dengan ramah oleh Pak Abdurrahman di rumahnya yang berdekatan dengan Pesantren Pertanian yang juga didirikannya. Beliau menceritakan kami sejarah masuknya agama Islam dan mengajak kami melihat situs peninggalan yang masih tersisa dan disimpan rapi di Bale Jamaq, Desa Sembalun Lawang. 
Pak Abdurrahaman, tokoh adat, agama dan sejarah Desa Sembalun
Menurut keterangan yang kami dapat, ternyata penyebaran Islam pertama kali di Sembalun bukan dibawa oleh orang-orang Jawa melainkan terlebih dahulu dibawa oleh bangsa yang berasal dari Persia, Cina Pasai, dan Gujarat sekitar abad ke-7 atau 650 Masehi. Bangsa Persia, Gujarat dan Cina Pasai ini sebelumnya melintasi pulau-pulau bagian timur Indonesa seperti Sulawesi, Maluku, Sumbawa dan baru mereka singgah di Sembalun (bagian timur Lombok).

Asal usul kata Sembalun berasal dari dua kata, yaitu Sembah yang artinya menyembah dan Ulu yang berarti di atas sehingga Sembalun mengandung makna bahwa kita (makhluk) bersama-sama  menyembah yang di atas.

Selama sekitar 1 jam kami menyimak dan mendengar cerita dari Pak Abdurrahman. Kemudian kami pun diboyong untuk melihat bukti-bukti peninggalan masuknya agama Islam yang ada di Bale Jamaq. Jejak-jejak peradaban Islam yang masih tersimpan dan dijaga seperti Al-Qur’an dari kulit unta, krauan (wadah/tempat menyimpan Al-Qur’an) dan barang-barang pusaka seperti kelewang, keris, cendekan, ter, balebang, tombak, bedil, dan bokeq (seperti pancing), batu delpak, namun sebagian dari barang pusaka tersebut seperti prasasti Bawa Dewa dan Piagam Sembah Ulun yang  jejak nya sudah tak bisa ditemukan lagi di Sembalun.
Krau'an (tempat menyimpan al-qur'an)
Krau'an (Tempat menyimpan Al-Qur'an)
keris
Keris
balebang
Balebang
Menurut cerita turun-temurun yang didapat dari Pak Abdurrahman, Islam di Sembalun mendapat pengaruh dari Mushab Sayyidina Utsman. Pada abad ke 7, masyarakat Sembalun sudah berkembang hal ini ditandai dengan adanya tulisan Al-Qur’an yang masih berupa tulisan tangan, belum mempunya baris, titik dan koma serta masih menggunakan kulit unta. 
Al-Qur'an dari kulit unta
Al-Qur'an dari kulit Unta
Terakhir kami mengunjungi Bale Jamaq di Montong Mentagi, Sembalun Lawang. Bale Jamaq digunakan sebagai Museum Mini untuk menyimpan dan memajang bukti-bukti pusaka sejarah masuknya peradaban agama Islam. Selain itu Bale Jamaq juga dijadikan sebagai aula untuk pertemuan. 
Bale jamaq montong mentagi
Suasana Bale Jamaq Montong Mentagi
Desa Sembalun tidak hanya tentang keindahan alamnya yang banyak dikunjungi, akan tetapi Desa Sembalun menyimpan kepingan-kepingan sejarah peninggalan Islam yang jika dikaji akan menambah informasi dan pengetahuan tentang penyebaran agama Islam terutama di Lombok.


16 komentar:

  1. Tulisannya bagus Mba dan informatif! Thanks udah sharing... :D

    BalasHapus
  2. Mantebb... Versi Vlognya jangan lupa di tonton di yaaa

    https://youtu.be/UVKal21XUKw

    BalasHapus
  3. Baru tau kali ini kalau sembalun menyimpan berbagai benda sejarah islam
    Tulisan yang bagus ��

    BalasHapus
  4. Baru tau kali ini kalau sembalun menyimpan berbagai benda sejarah islam
    Tulisan yang bagus ��

    BalasHapus
  5. Bagusss bangettt Miiii, kalau saya jurinya Emi menang!

    BalasHapus
  6. pengen ketemu pak ustadz itu...pengen belajar sejarah juga...😊

    BalasHapus
  7. Mau ke Sembalun lagi. Selain cantik pemandangan dan banyak makanan enak, ternyata di sana kaya peninggalan sejarah ya?

    BalasHapus