![]() |
| Tulisan ini peserta Lomba Blog #LombokBumi1000Masjid |
Siapa yang tak mengenal Desa
Sembalun?! Desa yang jika dilihat dari sisi manapun pemandangannya sangat
menakjubkan. Panorama Gunung Rinjani, barisan bukit yang hijau nan indah, tanah
yang begitu subur yang ditanami buah-buahan dan sayur-mayur seperti strawberry,
apel, wortel, dan dilengkapi juga dengan kebun bunga yang cantik serta
orang-orangnya yang begitu ramah. Alam Sembalun selalu memukau sehingga banyak
para wisatawan berkunjung ke desa yang terletak di lembah Rinjani ini.
Dengan alamnya yang begitu indah,
sudah tentu warga di Sembalun mendapat banyak berkah. Faktanya semakin banyak
wisatawan yang datang berkunjung dan ingin menikmati pemandangan Desa Sembalun
yang begitu mempesona dan selalu membuat terpana. Selain itu juga, Desa Sembalun
mendapat penghargaan sebagai World’s Best Halal Honeymoon Destination sehingga
desa ini semakin tersohor.
Dibalik panorama alamnya yang juara, Desa
Sembalun juga menyimpan sejarah peradaban Islam di Lombok. Tak banyak yang tahu
tentang jejak-jejak peninggalan agama Islam di Desa Sembalun. Pada bulan
Ramadhan kali ini, saya dan teman saya mencoba melakukan kegiatan tadabbur alam
ke Sembalun dan mencoba mencari tahu tentang sejarah masuknya agama Islam di
sana.
Tadabbur alam sambil menapaki
sejarah Islam di suatu tempat menjadi aktifitas yang menarik di bulan Ramadhan,
karena tadabbur alam adalah salah satu
cara untuk mengenal Tuhan dengan mengunjungi dan melihat ciptaan-Nya. Meski
puasa, hal ini bukan penghalang untuk melakukan kegiatan jalan-jalan sambil
belajar tantang sejarah Islam.
Siang itu kami bertemu dengan
tokoh adat, agama dan sejarah Desa Sembalun yaitu Pak Abdurrahman Sembah Ulun.
Kami disambut dengan ramah oleh Pak Abdurrahman di rumahnya yang berdekatan
dengan Pesantren Pertanian yang juga didirikannya. Beliau menceritakan kami
sejarah masuknya agama Islam dan mengajak kami melihat situs peninggalan yang
masih tersisa dan disimpan rapi di Bale Jamaq, Desa Sembalun Lawang.
| Pak Abdurrahaman, tokoh adat, agama dan sejarah Desa Sembalun |
Asal usul kata Sembalun berasal
dari dua kata, yaitu Sembah yang artinya menyembah dan Ulu
yang berarti di atas sehingga
Sembalun mengandung makna bahwa kita (makhluk) bersama-sama menyembah yang di atas.
Selama sekitar 1 jam kami
menyimak dan mendengar cerita dari Pak Abdurrahman. Kemudian kami pun diboyong
untuk melihat bukti-bukti peninggalan masuknya agama Islam yang ada di Bale
Jamaq. Jejak-jejak peradaban Islam yang masih tersimpan dan dijaga seperti Al-Qur’an
dari kulit unta, krauan (wadah/tempat menyimpan Al-Qur’an) dan barang-barang
pusaka seperti kelewang, keris, cendekan, ter, balebang, tombak, bedil, dan bokeq (seperti pancing), batu delpak, namun sebagian dari barang
pusaka tersebut seperti prasasti Bawa Dewa dan Piagam Sembah Ulun yang jejak nya sudah tak bisa ditemukan lagi di
Sembalun.
| Krau'an (Tempat menyimpan Al-Qur'an) |
![]() |
| Keris |
![]() |
| Balebang |
Terakhir kami mengunjungi Bale
Jamaq di Montong Mentagi, Sembalun Lawang. Bale Jamaq digunakan sebagai Museum
Mini untuk menyimpan dan memajang bukti-bukti pusaka sejarah masuknya peradaban
agama Islam. Selain itu Bale Jamaq juga dijadikan sebagai aula untuk pertemuan.



Tulisannya bagus Mba dan informatif! Thanks udah sharing... :D
BalasHapusMantebb... Versi Vlognya jangan lupa di tonton di yaaa
BalasHapushttps://youtu.be/UVKal21XUKw
Baru tau kali ini kalau sembalun menyimpan berbagai benda sejarah islam
BalasHapusTulisan yang bagus ��
Baru tau kali ini kalau sembalun menyimpan berbagai benda sejarah islam
BalasHapusTulisan yang bagus ��
ke sembalun makanya dek fadil hehe
HapusJuarak
BalasHapusJuarak
BalasHapusBagusss bangettt Miiii, kalau saya jurinya Emi menang!
BalasHapusmantap mbk emi juara tulisanya ni
BalasHapuspaal ayoo kita nulis nulis hehe
HapusKa emi juaraaak nulisnya!
BalasHapuskak wulan hehe. ndak juara tapi kak hehe
Hapuspengen ketemu pak ustadz itu...pengen belajar sejarah juga...😊
BalasHapusayooo ka ema ku sayang
HapusMau ke Sembalun lagi. Selain cantik pemandangan dan banyak makanan enak, ternyata di sana kaya peninggalan sejarah ya?
BalasHapusbetul kak. sy tunggu di Lombok kak
Hapus