Bagi kalian yang suka tantangan,
bingung mau liburan ke mana selain pantai atau merasa bosan gara-gara ke tempat
yang itu-itu saja. Jenuh kalau jalan-jalan ke mall, pengen explore tempat yang
more challenging. Nah ini destinasi yang harus ada di daftar menu travelling
kalian, ya air terjun Skeper.
| photo by Ziadah Ziad |
Terletak di Desa Santong kecamatan
Kayangan kabupaten Lombok Utara, air terjun Skeper merupakan salah satu air
terjun yang masih sangat alami dan sangat menakjubkan di Lombok. Air
terjun ini satu arah dengan air terjun Tiu Teja. Namun Skeper lebih jauh.
Dinamakan air terjun Skeper karena terletak di hutan Skeper. Konon air
terjun Skeper merupakan air terjun tertinggi di Lombok, karena tingginya air
terjun ini disebut air terjun yang turun dari langit.
Dari Mataram ke desa Santong bisa
ditempuh dalam waktu kurang lebih dari 2 jam. Akses untuk menuju ke air terjun
Skeper bisa menggunakan 2 alternatif yaitu sepeda motor dan mobil, tapi
mengingat akses jalan yang masih kecil (setapak) seperti jalan pematang
sawah, disarankan untuk menggunakan sepeda motor. Setiba disana, saya dan
teman-teman membayar tiket masuk sebesar Rp. 3000. Setelah mendapat tiket di
loket pembayaran, kami melanjutkan perjalanan. Jarak dari loket ke tempat
parkir kira-kira 10 menit. Karena kami menuju ke air terjun Skeper, kami harus
membayar uang tambahan sebesar Rp 20.000 dan bisa dibayar di salah satu petugas
atau bapak-bapak tempat parkir.
| photo by Ziadah Ziad |
Setelah memarkir motor so the journey
is started. Mulailah kami berjalan. Selama perjalanan kami melewati medan yang
berliku-liku, terjal, naik turun selama kurang lebih 2 jam. Track atau medan
yang menantang dan suasana hutan yang berkabut semakin menambah keeksotikan panorama hutan Skeper.
Sepanjang jalan kami melewati hutan belantara yang masih mengeluarkan wangi
hutan yang sangat khas, bak rasanya menjadi tarzan dikelilingi pepohonan dengan
ranting yang bisa dijadikan tali. Ditambah lagi kicauan burung yang sangan
indah. Mata kami dimanjakan dengan pesona alam hutan Skeper, udara yang sangat
bersih dan segar. Satu hal yang paling unik adalah kami disambut oleh
pohon beringin ngangkang atau dalam bahasa sasaknya
pohon nao ngengkang. Sekilas terlihat seperti 2 pohon tapi coba
perhatikan pohon ini ternyata ada satu pohon.
| taken by Ziadah Ziad |
Untuk menuju ke sana harus menggunakan
jasa guide atau mengajak teman yang sudah pernah dan punya pengalaman ke sana, jangan
pernah nekat menuju ke sana tanpa seseorang yang berpengalaman, karena
dikawatirkan bisa tersesat di tengah hutan. Selain itu, demi keamanan jangan
pernah mencoba mandi ataupun melompot dari atas tebing air terjun Skeper it’s
very dangerous alias berbahaya, arus dan tekanan air terjun terlalu deras dan
keras. Hanya diperbolehkan mandi di sekitar area pinggir aliran air terjun. Hal
yang paling penting, pakailah sandal pendaki atau sepatu gunung, bawalah jas
hujan karna ketika kami pergi ke sana tiba-tiba hujan besar turun meski sedang
tidak musim kemarau dan kamipun harus berhenti sejenak, bawalah bekal air minum
dan makanan secukupnya karena di Skeper tidak ada pedagang kecuali di Tiu Teja.
| Di depan air terjun Skeper |
Air terjun ini terbilang masih belum
diketahui oleh khalayak dan belum banyak dijamah. Airnya sangat dingin, kami
merasakan sensasi airnya seperti es. Bagi teman-teman yang suka akan sensasi
yang memacu adrenalin, tidak salah kalau kalian datang mengunjungi air terjun
ini. Tapi dengan syarat tak lupa tetep menjaga etika dengan alam, tetep menjaga
kebersihan (sampah) dan yang paling penting kemanapun kaki melangah tetap untuk
hati-hati dan tidak bertindak cerobah. Jadilah tamu alam yang nice dan friendly
maka alampun sebaliknya akan menyambut kalian dengan baik dan ramah pula.
lombok utara memang terkenal dengan destinasi wisata air terjunnya yang indah-indah :)
BalasHapussilahkan cek di www.sasakalombok.com untuk destinasi wisata di lombok lainnya :)
terima kasih infonya :-)
BalasHapus