Membaca ataupun menulis
kisah-kisah inspiratif dari salah satu tokoh dengan gagasannya yang luar biasa
selalu membuat jiwa bersemangat dan termotivasi agar menjadi seseorang yang
lebih bermanfaat dalam hidup. Seperti yang akan saya kulik pada tulisan saya
ini, tentang salah satu tokoh “Kartini” masa kini yang bergerak di dunia
pertanian, mengangkat tanaman “sorgum” menjadi komoditas bernilai.
Saya sendiri tidak begitu
familiar dengan tanaman sorgum, hanya sepintas pernah mendengar dari seorang dokter
dan influencer kesehatan. Setelah wawancara dan bertemu Narasumber jadi lebih
banyak tahu tentang sorgum terutama pengembangannya di NTB. Sorgum adalah tanaman yang berasal dari benua
yang dikenal dengan benua hitam, yaitu
Afrika. Sorgum merupakan biji-bijian seperti gandum, jagung, dan lainnya.
Behind
the story ibu Yanti bisa mengembangkan sorgum ini, bermula karena
adanya kegalauan dan kegundahan melihat para petani sorgum khususnya di NTB dalam
mengembangkan sorgum hanya sebagai pakan ternak dan nasi konsumsi sehari-hari. Kemudian ibu Yanti tertarik mempotensikan
sorgum menjadi produk yang ber-profit,
yang akhirnya berbuah manis. Bahkan ibu Yanti bisa membawa sorgum menjadi
produk yang berdaya saing dan dikenal masyarakat bahkan sudah diekspor sampai ke
luar negeri, seperti ke Malaysia dan Singapura.
Mengikuti lomba Wira Usaha Muda Mandiri tahun 2017 perwakilan
NTB yang diadakan di Bogor, juga jadi starting
point, pintu gerbang buat ibu Yanti karena dari sana ibu Yanti mendengar
tentang kompetisi SATU Indonesia Awards. Kemudian Ibu Yanti mendaftar dengan
ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ibu Yanti berhasil lolos seleksi
sampai ke Jakarta. Melalui kompetisi ini, ibu Yanti berdiri menyuarakan potensi
sorgum di NTB. Meski pada kompetisi SATU Indonesia Awards yang diadakan oleh
ASTRA ibu Yanti tidak lolos sebagai pemenang nasional tapi ibu Yanti berhasil
menyabet juara tingkat Provinsi.
Dalam merintis pengembangan
sorgum di NTB, jalan yang ibu Yanti lalui tidaklah mulus. Ada banyak batu
sandungan, kerikil-kerikil, ataupun rintangan yang harus dihadapi dalam prosesnya
mencapai keberhasilan sehingga sampai meraih penghargaan SATU Indonesia Awards tingkat
provinsi tahun 2017 dan ibu Yanti sukses punya brand sendiri yaitu Yant Sorgum yang ada di Ampenan, Lombok.
Pioneer produk sorgum pertama di NTB.
Ibu Yanti bertutur bahwa salah
satu tantangan dalam mempotensikan sorgum ini adalah sulitnya mencari rekan
yang mau diajak kerja sama dalam membangun ekonomi di desa karena pengetahuan
dan informasi yang kurang dari petani (masyarakat) desa hingga mereka tidak
mudah percaya. Tapi ibu Yanti berusaha melakukan pendekatan dengan masyarakat, memberikan
bantuan dana, penyuluhan, dan pendampingan all
out untuk kemajuan dan kesejahteraan petani sorgum di desa. Komunikasi yang
baik antara ibu Yanti dan petani sorgum di desa juga menjadi kunci sukses dalam
membudidayakan sorgum di desa-desa NTB.
Pada saat itu pihak ASTRA menghubungi
ibu Yanti untuk mengikuti CSR ASTRA dalam pengembangan desa di daerah. ASTRA
men-challenge ibu Yanti dalam pengembangan
Desa Sejahtera Astra (DSA) dimana ibu Yanti dan tim fokus pada bagaimana
potensi produk sorgum mempunyai dampak postitif untuk masyarakat desa. Ibu
Yanti fokus pemusatan sorgum pada dua desa di Kabupaten Lombok Tengah dengan support
dari tim ASTRA, meski masih level skala rumahan yang menghasilkan produk dari
sorgum seperti beras, tepung, dan kukis. Seiring waktu, ibu Yanti dan tim pun
melakukan research sambil belajar,
ikut berbagai pelatihan, dan pameran sehingga muncul ide-ide sampai akhirnya
bisa memproduksi kurang lebih 25 produk sorgum dari 22 desa pada tahun 2023. Yang
membanggakan, Ibu Yanti dan tim sebagai DSA (Desa Sejahtera Astra) Lombok
berhasil meraih penghargaan DSA Innovation yang diselenggarakan oleh Astra.
Sekarang produk-produk
hasil olahan sorgum seperti kue kering, gula cair, madu, stick sorgum, tepung, beras,
dan lainnya bisa dinikmati di Yant Sorgum yang beralamat di Ampenan, Lombok,
NTB. Yant Sorgum buah hasil kerja keras dan usaha ibu Yanti. Next produknya,
Ibu Yanti juga berinovasi memproduksi variasi produk gelas dan mangkuk edible dari sorgum.
Semoga semangat pantang
menyerah ibu Yanti bisa ditularkan kepada anak-anak muda yang ingin berproses
dan sukses serta bermanfaat untuk banyak orang. Million thanks juga untuk Astra
Indonesia yang men-support,
berkontribusi, dan mengapresiasi anak muda dalam berkarya yang sesuai dengan
cita-cita Astra Indonesia yaitu sejahtera bersama bangsa.





.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)













