Laman

Rabu, 13 September 2023

Nur Rahmi Yanti, Ibu Kartini Masa Kini, Pioneer Sorgum NTB

 

Membaca ataupun menulis kisah-kisah inspiratif dari salah satu tokoh dengan gagasannya yang luar biasa selalu membuat jiwa bersemangat dan termotivasi agar menjadi seseorang yang lebih bermanfaat dalam hidup. Seperti yang akan saya kulik pada tulisan saya ini, tentang salah satu tokoh “Kartini” masa kini yang bergerak di dunia pertanian, mengangkat tanaman “sorgum” menjadi komoditas bernilai.

Saya sendiri tidak begitu familiar dengan tanaman sorgum, hanya sepintas pernah mendengar dari seorang dokter dan influencer kesehatan. Setelah wawancara dan bertemu Narasumber jadi lebih banyak tahu tentang sorgum terutama pengembangannya di NTB.  Sorgum adalah tanaman yang berasal dari benua yang dikenal dengan benua hitam, yaitu Afrika. Sorgum merupakan biji-bijian seperti gandum, jagung, dan lainnya.


Adapun untuk pengembangan sorgum di NTB nyaris tak tersentuh, kurang diperhatikan, seperti dianak tirikan, tidak seperti familinya: padi-padian, jagung dan lainnya. Selain itu, memang karena minimnya pengetahuan tentang sorgum dan kurangnya dukungan dari berbagai pihak sehingga sorgum tidak begitu dikenal di masyarakat. Padahal sorgum mempunyai banyak manfaat dan bisa dibudidayakan jadi produk dengan nilai jual tinggi. Tapi berkat tangan magic ibu Yanti, sorgum disulap menjadi produk yang semakin dilirik dan sudah wara-wiri di dunia bisnis online maupun offline.

Behind the story ibu Yanti bisa mengembangkan sorgum ini, bermula karena adanya kegalauan dan kegundahan melihat para petani sorgum khususnya di NTB dalam mengembangkan sorgum hanya sebagai pakan ternak dan nasi konsumsi sehari-hari. Kemudian ibu Yanti tertarik mempotensikan sorgum menjadi produk yang ber-profit, yang akhirnya berbuah manis. Bahkan ibu Yanti bisa membawa sorgum menjadi produk yang berdaya saing dan dikenal masyarakat bahkan sudah diekspor sampai ke luar negeri, seperti ke Malaysia dan Singapura.

Mengikuti lomba Wira Usaha Muda Mandiri tahun 2017 perwakilan NTB yang diadakan di Bogor, juga jadi starting point, pintu gerbang buat ibu Yanti karena dari sana ibu Yanti mendengar tentang kompetisi SATU Indonesia Awards. Kemudian Ibu Yanti mendaftar dengan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ibu Yanti berhasil lolos seleksi sampai ke Jakarta. Melalui kompetisi ini, ibu Yanti berdiri menyuarakan potensi sorgum di NTB. Meski pada kompetisi SATU Indonesia Awards yang diadakan oleh ASTRA ibu Yanti tidak lolos sebagai pemenang nasional tapi ibu Yanti berhasil menyabet juara tingkat Provinsi.

Dalam merintis pengembangan sorgum di NTB, jalan yang ibu Yanti lalui tidaklah mulus. Ada banyak batu sandungan, kerikil-kerikil, ataupun rintangan yang harus dihadapi dalam prosesnya mencapai keberhasilan sehingga sampai meraih penghargaan SATU Indonesia Awards tingkat provinsi tahun 2017 dan ibu Yanti sukses punya brand sendiri yaitu Yant Sorgum yang ada di Ampenan, Lombok. Pioneer produk sorgum pertama di NTB.


Ibu Yanti bertutur bahwa salah satu tantangan dalam mempotensikan sorgum ini adalah sulitnya mencari rekan yang mau diajak kerja sama dalam membangun ekonomi di desa karena pengetahuan dan informasi yang kurang dari petani (masyarakat) desa hingga mereka tidak mudah percaya. Tapi ibu Yanti berusaha melakukan pendekatan dengan masyarakat, memberikan bantuan dana, penyuluhan, dan pendampingan all out untuk kemajuan dan kesejahteraan petani sorgum di desa. Komunikasi yang baik antara ibu Yanti dan petani sorgum di desa juga menjadi kunci sukses dalam membudidayakan sorgum di desa-desa NTB.

Meski minimnya dukungan dari pemerintah daerah juga, tak membuat Ibu Yanti patah semangat. Ibu Yanti terus berpacu dalam menggaungkan potensi sorgum. Berbekal kemauan dan kegigihannya, serta kepiawaiannya melihat peluang pengembangan potensi sorgum yang pada saat itu belum ada yang melestarikannya.  Big applause buat sikap pantang menyerah ibu Yanti!

Pada saat itu pihak ASTRA menghubungi ibu Yanti untuk mengikuti CSR ASTRA dalam pengembangan desa di daerah. ASTRA men-challenge ibu Yanti dalam pengembangan Desa Sejahtera Astra (DSA) dimana ibu Yanti dan tim fokus pada bagaimana potensi produk sorgum mempunyai dampak postitif untuk masyarakat desa. Ibu Yanti fokus pemusatan sorgum pada dua desa di Kabupaten Lombok Tengah dengan support dari tim ASTRA, meski masih level skala rumahan yang menghasilkan produk dari sorgum seperti beras, tepung, dan kukis. Seiring waktu, ibu Yanti dan tim pun melakukan research sambil belajar, ikut berbagai pelatihan, dan pameran sehingga muncul ide-ide sampai akhirnya bisa memproduksi kurang lebih 25 produk sorgum dari 22 desa pada tahun 2023. Yang membanggakan, Ibu Yanti dan tim sebagai DSA (Desa Sejahtera Astra) Lombok berhasil meraih penghargaan DSA Innovation yang diselenggarakan oleh Astra.



Sekarang produk-produk hasil olahan sorgum seperti kue kering, gula cair, madu, stick sorgum, tepung, beras, dan lainnya bisa dinikmati di Yant Sorgum yang beralamat di Ampenan, Lombok, NTB. Yant Sorgum buah hasil kerja keras dan usaha ibu Yanti. Next produknya, Ibu Yanti juga berinovasi memproduksi variasi produk gelas dan mangkuk edible dari sorgum. 

Semoga semangat pantang menyerah ibu Yanti bisa ditularkan kepada anak-anak muda yang ingin berproses dan sukses serta bermanfaat untuk banyak orang. Million thanks juga untuk Astra Indonesia yang men-support, berkontribusi, dan mengapresiasi anak muda dalam berkarya yang sesuai dengan cita-cita Astra Indonesia yaitu sejahtera bersama bangsa.

Kamis, 17 November 2022

Makan di HokBen, 100% halalnya pasti, diapprove MUI, So No Need to Worry

 


Siang hari, matahari full sembunyi menandakan hujan “say Hi to Bumi”, nampaknya pun hujannya awet, tak mau beranjak pergi. Namun tidak menyurutkan semangat buat ikut talkshow “Pentingnya Makanan Halal“ bersama HokBen yang diselenggarakan di Hotel Golden Palace Mataram, Lombok.  So excited, apalagi kali ini ajangnya bisa sekalian berkumpul, silaturrahmi bersama teman-teman Blogger Lombok, dan yang ikut serta juga ada dari dosen/ pengajar, mahasiswa dan ibu-ibu Majelis Taklim.

Sekitar jam 2 siang acaranya sudah dimulai dengan opening dari Manager HokBen Lombok, bapak Teddy. Then, dilanjutkan oleh ibu Ferry Zulaikha dari perwakilan LPPOM MUI NTB. Beliau meng-elaborate tentang apa itu produk halal? Bagaimana suatu produk dikatakan halal? Bagaimana tahapan untuk meregister produk agar mendapat sertifikat halal MUI? Dan masih banyak lagi highlight yang dijelaskan. Alhamdulillah, jadi nambah pengetahuan tentang bagaimana journey suatu produk industri khususnya produk makanan seperti HokBen ini approching and achieving halal sertification pada produk makanannya.



Produk yang dikatakan sudah halal, it means the products follow aturan syariat islam, right. The process itselft juga ternyata harus set out atau mengikuti beberapa requirements/ persyaratan yang go through tahapan-tahapan yang lumayan panjang. Menarik untuk disimak apa saja yang harus dilalui suatu produk untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI. So keep your eyes open on this blog yaaaw.

Yuuuk Let’s bump into HokBen dulu

Mendengar kata Hokben, yang lebih dulu populer dengan nama Hoka-Hoka Bento, yang terlintas di kepala saya tentunya restoran asal Jepang. Yes, memang kata HokBen itu asal muasal bahasanya dari negeri sakura yang artinya Hoka: hangat dan Bento: makanan box. Hoka-Hoka Bento: “Makanan hangat di dalam box/ kotak”. Tapi HokBen ini asli 100% resto Indonesia, 100% juga tak diragukan kehalalannya, konsepnya aja ala-ala jepang gitu. Sudah ada sejak tahun 18 April 1985. Literally pertama kali saya dengar dan lihat Hoka-Hoka Bento, yang pada tahun 2013 resmi berganti nama jadi HokBen hanya lewat iklan TV, jadi meski belum ada spot HokBen di Lombok, rada-rada gak asing dan agak familiar with HokBen deh karena ads. Tapi jadi bertanya-tanya, kok HokBen belum ada di Lombok ya? hehe

Anyway, rilex guys. My question has been answered. HokBen sekarang sudah landed di Pulau Seribu Masjid, horeeey. Yap, tepatnya di Lower Ground Lombok Epicentrum Mall. Grand Opening nya mulai tanggal 18 November 2022, it’s on Friday. Kami dari temen-teman blogger berkesempatan untuk hadir di soft openingnya dulu sambil food testing menu Chicken Teriyaki super yummy and tasty, si kecil pun into it, menunya ternyata dari segala usia. So Just FYI, Gerai HokBen yang ke 327 exactly in Lombok, It’s amazing, isn’t it? So, come and enjoy menu-menu HokBen, friend.







Nah ini crusial part nya tentang apa definisi produk halal?

Mengutip dari MUI, produk halal adalah produk yang diproduksi dari bahan yang halal di fasilitas yang tidak terkontaminasi bahan haram atau nakjis. Sebagai negara mayoritas berpenduduk muslim, tentu sangat memperhatikan tentang kehalalan suatu produk, halal is a must. Seperti dalam ajaran agama islam juga menyarankan orang muslim untuk consuming makanan halallantoyyiba, yang halal dan baik artinya bergizi, punya manfaat nan sehat untuk jasmani rohani kita. Hal ini sebagaimana sudah dijelaskan di Alquran dalam surah Al-Baqarah: 168 yang artinya:

“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.

Yes, halal is on the first list however Halal is not enough. Mestilah ada sistem yang bisa mengkategorikan suatu produk itu halal sesuai prosedur dari MUI. Adalah Sistem Jaminan Halal (SJH) yakni sistem manajemen terintegrasi yang disusun, diterapkan dan dipelihara untuk mengatur bahan, proses produksi, sumber daya manusia, dan prosedur dalam rangka menjaga kesinambungan proses produksi halal.

Terangkum beberapa fungsi Sistem Jaminan Halal sebagai berikut:

1. Menjamin kehalalan produk selama berlakunya sertifikat halal MUI.

2. Timbul kesadaran internal dan perusahaan memiliki pedoman kesinambungan proses produksi halal.

3. Memberikan jaminan dan ketentraman bagi masyarakat.

4. Mencegah kasus ketidakhalalan produk sertifikat halal.

5. Mendapatkan reward.

Atau detailed info SJH bisa diakses di website resmi MUI. Ataupun kalau mau cari produk-produk makanan siap saji yang halal, seperti HokBen sudah pasti ada dong, klik  the website: www.halalmui.org

Seperti halnya HokBen yang sudah officially achieved sertifikat halal dari MUI pada tahun 2008. Dan pada tahun 2017 HokBen juga mendapat Sistem Jaminan Halal (SHJ) dari LPPOM MUI. It’s guaranteed halal, tak diragukan. Sungguh the journey was not a breeze (gampang), apalagi sebagai perusahaan atau produsen yang bersungguh-sungguh put the best effort untuk tetap menjaga kehalalan produknya. Jadi aman, nyaman dan tenang makan di HokBen, thumbs up.

Sekarang no need to cross the sea (nyebrang ke luar Lombok) untuk mencicipi menu-menu istimewa HokBen. Cukup besok take your time and family to gerai HokBen di Lombok Epicentrum Mall.



#HokBenPastiAmanPastiHalal

Selasa, 30 Juli 2019

Keseruan “Children’s Day Carnival” di Aruna Senggigi Hotel and Convention



Perayaan Hari Anak Nasional yang biasa diperingati setiap tanggal 23 Juli selalu dinanti oleh seluruh anak-anak negeri. Berbagai macam kegiatan dilakukan untuk membuat anak-anak happy. Nah seperti yang diselenggarakan oleh Aruna Senggigi Hotel. Menyambut Hari Anak Nasional tahun ini Aruna Senggigi menggelar event bertajuk “Children’s Day Carnival.” Acara yang diadakan tepat di pinggir pantai ini membuat suasana hari anak semakin semarak dan ceria.

Antusias sudah mulai terlihat ketika anak-anak dan para orang tua yang mendampingi memasuki area pertunjukan. Aruna Senggigi terbilang sukses meng-create event untuk anak-anak karena menyuguhkan berbagai macam interesting menu kegiatan seperti story telling, cooking class competition, pot coloring, balloon castle dan fun games. No wonder pesertanya cukup riweh alias ramai.  

Opening acara pun sangat meriah. Dibuka dengan sambutan owner Aruna Senggigi kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari para dancer Oppo sebagai penyemangat pagi plus tari tradisional yang dibawakan oleh siswa SD yang sangat energik. Acara pun semakin seru ketika Om Badut muncul on the stage dengan atraksi-atraksi super magic yang membuat para peserta yang terdiri dari anak-anak SD ini semakin girang dan tak ingin melewatkan sedikitpun sulap dari om Badut. Selepas om Badut selesai dengan show-nya, para peserta pun bersiap-siap untuk mengikuti rangkain kegiatan “Children’s Day Carnival” yang sudah tersedia di masing-masing spot. 

Penari dari Tim Oppo

Penari Anak

Badut Show


Pot Coloring
Para Peserta Pot Coloring

Lomba mewarnai sudah pasti yang tunggu-tunggu para peserta. Kali ini para peserta diajak untuk mewarnai pot yang berisi tanaman kaktus. Adapun peralatan seperti cat warna, kuas dan media tanaman “pot” sudah disediakan panitia, yang nantinya akan diwarnai oleh para peserta. Adik-adik peserta bebas menuangkan ide-ide dan menunjukkan kreatifitasnya.  Terlihat sekali jari-jemari mereka sudah tak sabar untuk mengekspresikan warna-warni pada “pot tanaman kaktus”. Setelah selesai para peserta memajang hasil karya mereka  yang nantinya akan diseleksi pememenangnya oleh para tim Panitia. Bravo kids!

Cooking Class
Para Peserta bersiap-siap untuk mengikuti cooking class

Para peserta cooking class akan mencoba membuat sandwich mereka sendiri. Sebelumnya bahan-bahan sudah disediakan oleh panitia. Wajah anak-anak yang menggemaskan mendengarkan instruksi cara membuat sandwich dari seorang chef handal Aruna Senggigi. Anak-anak terlihat fokus mem-follow cara membuat sandwich. Finish membuat sandwich, anak-anak pun bisa menyantap sandwich yang sudah mereka buat. Sebelumnya para tim panitia juga nanti akan memilih pemenang dari cooking competition yang sandwich-nya paling OK.

Story Telling 


Selain itu Aruna Senggigi Hotel and Convention juga mengundang adik-adik dari Pantai Asuhan Al-Hidayah untuk ikut serta mengikuti Children’s Day Carnival. Kegiatan yang tak hanya untuk having fun tetapi mengedukasi dan juga berbagi kebahagiaan dan charity bersama adik-adik panti. Adik-adik terlihat gembira dan menikmati cerita inaq dan amaq lembain dari kakak-kakak pendongeng.

Fun Games dan Balloon Castle
Fun Games

Balloon Castle

Tak melulu soal kompetisi, pada event Children’s Day Carnival ada juga Fun Gamesnya seperti Balloon Castle dan Transfer Karet. Wahana balloon castle anak-anak bersukaria melompat dan berlari, pokoknya seru-seruan saling kejar-kejaran. Sedangkan para peserta yang ikut games Transfer Karet ini harus dilakukan dalam satu tim. Para peserta akan bekerja sama memindahkan karet menggunakan sedotan, peserta yang terbanyak mendapatkan karet akan jadi pemenang. Semua peserta terlihat semangat karena games yang tidak monoton dan tentunya so much fun.

Thanks for Aruna Senggigi yang menyelenggarakan event ini. Semoga next year ada acara-acara yang mendukung dan memberi ruang anak-anak untuk tetap bermain tapi sambil belajar. Selamat Hari Anak semoga anak-anak Indonesia semakin bahagia.

Kamis, 31 Mei 2018

Ngejot, Tradisi Bertandang dengan Dulang dari Desa Lenek

Diakhir bulan Ramadhan, biasanya saya menghabiskan waktu berbuka bersama keluarga. Tapi puasa kali ini agak berbeda, karena sehari sebelum leberan tepatnya di sore hari, saya dan dua orang teman saya pergi untuk melihat sebuah tradisi unik yaitu “ngejot” yang ada di Desa Lenek, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur. Lenek sendiri dikenal sebagai desa budaya karena selalu mengapresiasi berbagai tradisi dan tak pernah absen membuat pagelaran seni budaya, dan salah satunya yakni Festival Ngejot. Ini kali pertama saya melihat Festival Ngejot.
Para ibu-ibu berkumpul di lapangan
Ngejot di Desa Lenek ini mempunyai arti bertandang atau berkunjung. Tradisi yang sudah turun temurun dilakukan dan merupakan warisan budaya dari nenek moyang di Desa Lenek sejak dulu kala. Tradisi ngejot dilaksanakan sehari sebelum hari raya idul fitri setiap tahunnya. Jadi ngejot ini hanya bisa kita saksikan menjelang awal bulan Syawal. Ngejot adalah bentuk bakti anak kepada orang tuanya atau adik kepada kakaknya atau biasanya kepada orang yang dituakan. Selain itu acara ini bertujuan sebagai ajang untuk tetap memperkuat silaturrahmi antar keluarga serta mengajarkan untuk saling berbagi.

Ngejot biasanya dilakukan oleh para perempuan yang terdiri dari  ibu-ibu dan para gadis. Sebelum acara ngejot dimulai,  para ibu dan anak gadis lainnya ramai-ramai berkumpul di tengah lapangan desa setempat. Perayaan ngejot ini biasanya diadakan di lapangan Wirangbaya, Desa Lenek Pesiraman, Lombok Timur. Mereka berkumpul di tengah lapangan, duduk berjejeran sambil membawa hantaran yang disebut dulang (nampan sajian) yang berisi bulayak (ketupat), lauk-pauk seperti opor ayam, opor telur, kacang-kacangan, sate kelapa, jajan-jajanan lebaran serta kudapan khas lebaran lainnya yang ditutupi dengan tembolaq khas suku sasak.
Dulang


Tradisi ngejot ini dimulai sore hari sampai menjelang magrib (berbuka puasa). Adapun serangkain proses ngejot ini ditandai dengan penyerahan dulang (nampan saji) yang dilakukan oleh pemuda setempat kepada orang tua desa (seperti tetua adat) yang digelar di tengah lapangan, hal ini sebagai simbol dan penghormatan kalau acara ngejot akan segera dimulai. Acaranya pun dibuka dengan kata sambutan, pemberian gula pasir kepada warga (ibu-ibu di lapangan) dan doa. Setelah selesai, para ibu-ibu akan berjalan beriringan semacam pawai dari lapangan menuju rumah orang tua dan kerabat terdekat mereka masing-masing untuk menghantarkan dulang. Terlihat para warga ikut serta berpartisipasi mengikuti tradisi ngejot ini dan saya pun sangat antusias menyaksikan sembari mencekrek beberapa photo tradisi ngejot tersebut.



Ngejot salah satu warna budaya suku sasak dan merupakan kekayaan tradisi budaya yang harus tetap dijaga karena dengan ngejot ini mengajarkan kita untuk tetap bersyukur dan saling menjaga kerukunan antar sesama.




Minggu, 07 Januari 2018

NGEBOLANG SAMBIL NGOPI SERU DI 2 AIR TERJUN SENARU

Tak dipungkiri lagi Lombok punya pesona alam yang luar biasa menawan. Tak heran jika banyak para wisatawan baik domestik maupun mancanegara datang singgah dan ingin menikmati panaroma hasil maha karya sang Pencipta. Dari tahun ke tahun jumlah para pelancong di pulau yang bertetangga dengan Bali ini semakin menanjak saja. Lombok yang lebih dikenal dengan “Pulau Seribu Masjid” menyimpan panorama alam yang indah nan menggoda mulai dari gunung Rinjani, bukit-bukit, gili-gili dan pantainya yang membiru, alam lautnya yang bahari serta air terjunnya yang  begitu eksotis untuk dijelajahi. Namun dalam postingan kali ini saya akan mengisahkan experience ngebolang saya pada dua air terjun yang terletak di satu kawasan yaitu Air Terjun Sendang Gile dan Air Terjun Tiu Kelep yang sudah sangat tersohor dan menambahkannya dengan mengunjungi Kebun Kopi seru di Senaru, Lombok Utara.

Merasakan Sensasi Terpaan Air Terjun Sendang Gile
Air terjun ini sangat popular di kalangan wisatawan. Air terjun ini berlokasi di desa Senaru, Kecamatan Bayan Lombok Utara. Akses menuju ke sana tidaklah sulit, bisa dilalui kendaraan baik motor, mobil atau bus. Cukup dengan memarkir kendaraan pada area parkir dan membayar tiket masuk di loket yaitu Rp. 5000 untuk wisatawan lokal dan Rp. 10.000 untuk wisatawan asing, and then kita sudah bisa memasuki Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep. Untuk info kita juga bisa meng-hire para guide lokal menuju ke dua air terjun tersebut, harga bisa dinego, namun jika tidak butuh, juga tidak apa-apa. 

Di akhir pekan banyak sekali wisatawan baik tua maupun muda datang ingin merasakan sensasi mandi di bawah terpaan air terjun Sendang Gile. Apalagi kalau musim libur, lumayan ramai. Meski ini sudah kali ketiga saya ke sini, tapi saya tidak pernah bosan melangkahkan kaki saya di destinasi ini. Dan Kali ini saya ngebolang bersama teman saya dari Jerman. Pertama saya mengajaknya ke Air Terjun Sendang Gile.

Air terjun ini tak pernah sepi pengunjung. Menuju Sendang Gile kita akan menapaki jalan turunan dengan ratusan anak tangga. Di sepanjang rute anak tangga, kita akan menikmati kicauan burung-burung dan tentunya dihiburkan oleh beberapa monyet yang lalu-lalang menjadi penunggu hutan. Well turun nya seh enak, nah pas baliknya bisa bikin ngos-ngosan. Tak apalah hitung-hitung ngurangin berat badan “pikir ku”..hehe
Air terjun ini menyuguhkan view pepohonan hijau nan indah dengan ketinggian air sekitar 30 meter, dikelilingi hutan yang sejuk dipandang mata, hawanya yang berkabut semakin menambah keeksotisan air terjun ini plus airnya bikin menggigil saking dinginnya. Then kami melihat beberapa wisatawan basah-basahan menikmati sensasi air yang tercurah dari atas tebing hutan. Tentunya kami pun tak lupa mengcapture pemandangan alam di sekitar air terjun Sendang Gile. Sekitar 20 menit berlalu, kami pun melanjutkan jalan-jalan kami menuju air terjun Tiu Kelep.

Pesona Air Terjun Tiu Kelep Yang Memikat
Selanjutnya saya dan teman saya menancapkan kaki di air terjun Tiu Kelep. Air terjun ini masih satu kawasan dengan air terjun Sendang Gile, namun lebih tinggi dan bisa di tempuh dengan berjalan kaki selama 30 menit. Lumayankan untuk soft trekking. Eiiits Jangan kawatir, menuju tempat ini juga sudah ada rutenya kok meski cukup melelahkan tapi akan terbayar jika sudah berada di air tejun Tiu Kelep.  Kami mulai melewati jalan setapak, menjejal hutan disepanjang jalan, jembatan beton dan sungai kecil yang bebatuan. FYI harus extra hati-hati, watch your step karena kondisi jalan yang mulai licin apalagi jika musim hujan dan aliran air sungainya deras.

Tiu Kelep ini adalah objek wisata yang tak kalah Tenar juga dari Sendang Gile. Saya selalu terhipnotis oleh pemandangan hutannya dan nuasa kabut yang membuat badan merasa semakin kedinginan namun tetep nyaman. Teman saya sepanjang jalan tak henti-hentinya berucap wooow it’amazing, even I’m tired but it’s worth visiting. I’ll promise back to Lombok, akunya. Dia sangat terpikat oleh pesona air terjun Tiu Kelep ini. Sampai disana kami hanya menikmati semburan dan percikan buih-buih air terjun dengan ketinggian sekitar 50 meter ini. Karena terlalu dingin dan deras kami memutuskan untuk tidak mandi tapi tetep saja kami basah kuyup. Meski banyak wisatawan yang berendam di pinggiran air terjun, tapi kami hanya memanjakan mata dengan mengitari sekitar air terjun, dan mencari spot bagus buat foto-fotoan. Info penting, jadi kalau mau mandi jangan mendekati terpaan air terjun Tiu Kelep karena sangat deras dan keras.
Belum puas rasanya jika belum mengabadikan moment di air terjun yang menurut bahasa sasak Kelep artinya terbang. So that’s true, jika ke sini kita akan merasa seperti terbang melayang-layang karena terpana  oleh kemolekan air terjun Tiu Kelep.  Tips: jangan lupa pakai sandal trekking kalau mau travelling ke air terjun ya.

Capek sudah wara-wiri pada 2 air terjun yang super kece ini, kami memutuskan untuk kembali ke parkiran dan sejenak istirahat. Karena perut mulai keroncongan kami pun segera menyantap makan siang di warung terdekat. So jangan panik ya, piknik ke tempat ini makin asyik karena di sekitar kawasan desa Senaru banyak terdapat rumah makan dengan harga yang affordable banget. Selain itu juga terdapat beberapa tempat penginapan mulai dari homestay, resort dan hotel. Bagi yang ingin trekking di sekitaran Senaru sudah tersedia tour and travel pemandu trekking ke Rinjani. Lengkap kan???

Terbius hangatnya secangkir kopi di Kebun Kopi Seru, Senaru.

Kebun Kopi ini mulai buming awal tahun 2016. Letaknya yang tak jauh, sekitar 10 menit menggunakan kendaraan dari parkiran kedua air terjun tadi. Kebun kopi Senaru ini juga dikenal dengan nama Tebing Kelep merupakan kawasan yang dikelola oleh pemerintah setempat. Tebing Kelep menjadi tempat wisata yang semakin beken di kawasan Senaru. Sebelum menuju destinasi, disana juga terdapat desa adat Senaru dengan rumah-rumah adat dari alang-alang yang masih alami dan dijaga. Dan jika kalian ingin masuk, cukup dengan seiklasnya donate some money sudah bisa melihat rumah khas sasak Lombok.

Setelah memarkir kendaraan, saya dan teman saya melanjutkan perjalanan kami dengan berjalan sekitar 15 menit menuju lokasi. Kalau kalian agak males jalan, di sana juga menyediakan jasa antar jemput ojek, cukup dengan merogah isi kantong Rp.15.000. Meskipun lumayan lelah tapi tak membakar semangat kami menggerakkan kaki menuju wisata kebun kopi. Perlu diketahui, kalau menggunkan mobil harus parkir di deket desa adat Senaru, tapi jika menggunakan motor kalian langsung bisa menuju wisata Kebun Kelep. Nah inget, tetep hati-hati karena jalannya terdapat tanjakan.

Tak terelakkan lagi setiap traveler yang ke sini pasti terbius oleh view yang disuguhkan, sangat menarik dan bikin takjub. Sampai-sampa temen saya bilang It amazes me, poor me I only see thousand tower in my country. So fascinating. Meski cuaca cerah, Hawa dingin dan udara yang seger tetep menyelimuti. Saya pun mengajaknya untuk meneguk kenikmatan kopi khas Senaru yang sudah disediakan oleh salah satu pengelola di Kebun Tebing. Kami pun berbincang-bincang sambil menyantap wafer yang kami bawa dan secangkir kopi hangat. Setelah bercengkrama tak ketinggalan kami mengambil gambar di spot yang ngehits ini. Dari pihak pengelola juga sudah menyediakan spot foto yang instagramable buat para pengunjung. Dari atas tebing ini kita bisa memandang luas dan puas air terjun Tiu Kelep dan hutan belantara hijau yang begitu membuat terpana. Ya Tuhan, nikmat yang mana lagi yang kau dustakan. Sangat damai dan tenang berada di kawasan yang berdekatan dengan gunung Rinjani tersebut. Temen saya sangat terkagum-kagum dan selalu bilang you are so lucky lah.

Pokoknya paket komplit lah jika ingin melancong ke desa Senaru, sudah ada dua air terjun yang menjadi magnet ditambah pula daya pikat Tebing Kelep yang menghipnotis para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Hari sudah mulai senja, selanjutnya kami pun bersiap untuk kembali ke rumah, meski badan masih merasa betah untuk berlama-lama di sana.    

Setiap ngebolang jangan mengotori lingkungan dan bawa sampah kalian pulang, biar alam pun ikut senang. Selamat ngebolang.