Apakah kamu tidak punya
waktu untuk membaca buku? Travelling? Atau bahkan tidak punya waktu membuat teh
untuk dirimu dan sahabatmu? Berapa buku yang sudah kamu baca bulan lalu,
jangan-jangan tidak ada atau hanya satu bab?
Saya tahu masalahmu,
well mungkin tentang waktu, jadi saya mereview buku dari Desi Anwar “Tweet for
Life” buku yang berisi tweet-tweet sederhana namun syarat dengan makna. Buku
yang hanya tamat dibaca satu jam saja dengan full content 200 kata-kata bijak
yang mencerahkan jiwa. Buku ini juga ditulis
dalam 2 bahasa; Inggris dan Indoneisa sehingga bisa menambah perbendaharaan
kata terutama untuk kamu yang sedang belajar Bahasa Inggris. So satu jam saja, bercintalah
dengan buku ini.
Buku “Tweet for
Life” yang berisi 200 tweets ini adalah resep hidup bahagia, sehat dan
seimbang. Dilengkapi dengan gambar-gambar epic
hasil dari melanglang buana sang penulis ke berbagai belahan dunia. Tweet yang terdiri dari deretan kalimat
singkat ini bisa mengubah cara pandang dan menyadarkan kita tentang arti hidup.
Simple namun sangat mengena.
DesI Anwar, senior anchor,
TV journalist, producer photographer sekaligus seorang writer, membagi buku ini
menjadi tiga bagian.
Bagian satu buku
ini mentweet hal-hal tentang “taking care of your body”. Tweet-tweet magic yang
yang mengupas pentingnya menjaga
kesehatan tubuh dan pikiran, me-manage gejolak emosi dan amarah, nutrisi
makanan sehat, pikiran postif, senyuman, bahkan sesimple minum teh di pagi
hari. Tweet yang saya paling suka dan sangat
merepresentasikan bagian satu buku ini adalah “don’t just feed your stomach,
nourish also your mind” (Hal.43). karena selain perut, kepala juga perlu di isi
dengan nutrisi.
Tentang Hidup yang
tidak hanya terfokus pada diri sendiri. Namun kita juga butuh makhluk lain
untuk saling melengkapi. Well, di bagian kedua buku ini mengupas “My Self and Others”
tentang bagimana mengambil keputusan, penolakan pendapat, kekecewaan, kepercayaan,
hubungan, keterlambatan, kekhawatiran, penilaian, kesuksesan, pemberian, membuat
orang bahagia, tertawa, teman, rasa sukur dan motivasi. Bahkan sesederhana
mengicaukan ucapan terima kasih dan menyodorkan senyuman termanis. Practice
simple kindness daily. A simple “thank you” and a little smile can go a long
way (Hal 153), ini tweets favorite saya.
Memberi santapan
sehat pada perut itu penting, dan tidak
kalah crusialnya dangan memberikan nutrisi
hati untuk kesehatan rohani. Banyak hal yang mengusik ketenangan dan kedamaian
hati seperti kegagalan, kesalahan, beban di masa lalu, kebohongan dan
kemunafikan diri. Kekhawatiran pun muncul ketika mengingat kelemahan,
rintangan, ketakutan, keegoisan, ketidaktahuan bahkan ketika kekosongan kantong
yang tak berkesudahan. Karena kiat menanamkan damai dalam hati adalah seperti
tweet yang paling saya sukai “If you start your day with gratitude, everything
that happens is a blessing (hal 311) karena bersyukur adalah kebahagiaan sejati
yang membuat hati damai dan tenang dalam harmony.
Kebahgiaaan bukan
sesuatu yang bersifat kebendaan tapi lebih kepada bagaimana kita membuat
kehidupan kita mejadi lebih bermakna.
Buku Tweets for Life tebalnya sekitar 421 halaman. Buku ini cukup merogah
kantong, but it’s worthed, harganya sekitar Rp. 125.000. Hanya butuh satu jam
untuk menyantap buku ini dan sangat cocok untuk dibaca ketika kegalauan sedang
melanda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar