Laman

Rabu, 13 September 2023

Nur Rahmi Yanti, Ibu Kartini Masa Kini, Pioneer Sorgum NTB

 

Membaca ataupun menulis kisah-kisah inspiratif dari salah satu tokoh dengan gagasannya yang luar biasa selalu membuat jiwa bersemangat dan termotivasi agar menjadi seseorang yang lebih bermanfaat dalam hidup. Seperti yang akan saya kulik pada tulisan saya ini, tentang salah satu tokoh “Kartini” masa kini yang bergerak di dunia pertanian, mengangkat tanaman “sorgum” menjadi komoditas bernilai.

Saya sendiri tidak begitu familiar dengan tanaman sorgum, hanya sepintas pernah mendengar dari seorang dokter dan influencer kesehatan. Setelah wawancara dan bertemu Narasumber jadi lebih banyak tahu tentang sorgum terutama pengembangannya di NTB.  Sorgum adalah tanaman yang berasal dari benua yang dikenal dengan benua hitam, yaitu Afrika. Sorgum merupakan biji-bijian seperti gandum, jagung, dan lainnya.


Adapun untuk pengembangan sorgum di NTB nyaris tak tersentuh, kurang diperhatikan, seperti dianak tirikan, tidak seperti familinya: padi-padian, jagung dan lainnya. Selain itu, memang karena minimnya pengetahuan tentang sorgum dan kurangnya dukungan dari berbagai pihak sehingga sorgum tidak begitu dikenal di masyarakat. Padahal sorgum mempunyai banyak manfaat dan bisa dibudidayakan jadi produk dengan nilai jual tinggi. Tapi berkat tangan magic ibu Yanti, sorgum disulap menjadi produk yang semakin dilirik dan sudah wara-wiri di dunia bisnis online maupun offline.

Behind the story ibu Yanti bisa mengembangkan sorgum ini, bermula karena adanya kegalauan dan kegundahan melihat para petani sorgum khususnya di NTB dalam mengembangkan sorgum hanya sebagai pakan ternak dan nasi konsumsi sehari-hari. Kemudian ibu Yanti tertarik mempotensikan sorgum menjadi produk yang ber-profit, yang akhirnya berbuah manis. Bahkan ibu Yanti bisa membawa sorgum menjadi produk yang berdaya saing dan dikenal masyarakat bahkan sudah diekspor sampai ke luar negeri, seperti ke Malaysia dan Singapura.

Mengikuti lomba Wira Usaha Muda Mandiri tahun 2017 perwakilan NTB yang diadakan di Bogor, juga jadi starting point, pintu gerbang buat ibu Yanti karena dari sana ibu Yanti mendengar tentang kompetisi SATU Indonesia Awards. Kemudian Ibu Yanti mendaftar dengan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ibu Yanti berhasil lolos seleksi sampai ke Jakarta. Melalui kompetisi ini, ibu Yanti berdiri menyuarakan potensi sorgum di NTB. Meski pada kompetisi SATU Indonesia Awards yang diadakan oleh ASTRA ibu Yanti tidak lolos sebagai pemenang nasional tapi ibu Yanti berhasil menyabet juara tingkat Provinsi.

Dalam merintis pengembangan sorgum di NTB, jalan yang ibu Yanti lalui tidaklah mulus. Ada banyak batu sandungan, kerikil-kerikil, ataupun rintangan yang harus dihadapi dalam prosesnya mencapai keberhasilan sehingga sampai meraih penghargaan SATU Indonesia Awards tingkat provinsi tahun 2017 dan ibu Yanti sukses punya brand sendiri yaitu Yant Sorgum yang ada di Ampenan, Lombok. Pioneer produk sorgum pertama di NTB.


Ibu Yanti bertutur bahwa salah satu tantangan dalam mempotensikan sorgum ini adalah sulitnya mencari rekan yang mau diajak kerja sama dalam membangun ekonomi di desa karena pengetahuan dan informasi yang kurang dari petani (masyarakat) desa hingga mereka tidak mudah percaya. Tapi ibu Yanti berusaha melakukan pendekatan dengan masyarakat, memberikan bantuan dana, penyuluhan, dan pendampingan all out untuk kemajuan dan kesejahteraan petani sorgum di desa. Komunikasi yang baik antara ibu Yanti dan petani sorgum di desa juga menjadi kunci sukses dalam membudidayakan sorgum di desa-desa NTB.

Meski minimnya dukungan dari pemerintah daerah juga, tak membuat Ibu Yanti patah semangat. Ibu Yanti terus berpacu dalam menggaungkan potensi sorgum. Berbekal kemauan dan kegigihannya, serta kepiawaiannya melihat peluang pengembangan potensi sorgum yang pada saat itu belum ada yang melestarikannya.  Big applause buat sikap pantang menyerah ibu Yanti!

Pada saat itu pihak ASTRA menghubungi ibu Yanti untuk mengikuti CSR ASTRA dalam pengembangan desa di daerah. ASTRA men-challenge ibu Yanti dalam pengembangan Desa Sejahtera Astra (DSA) dimana ibu Yanti dan tim fokus pada bagaimana potensi produk sorgum mempunyai dampak postitif untuk masyarakat desa. Ibu Yanti fokus pemusatan sorgum pada dua desa di Kabupaten Lombok Tengah dengan support dari tim ASTRA, meski masih level skala rumahan yang menghasilkan produk dari sorgum seperti beras, tepung, dan kukis. Seiring waktu, ibu Yanti dan tim pun melakukan research sambil belajar, ikut berbagai pelatihan, dan pameran sehingga muncul ide-ide sampai akhirnya bisa memproduksi kurang lebih 25 produk sorgum dari 22 desa pada tahun 2023. Yang membanggakan, Ibu Yanti dan tim sebagai DSA (Desa Sejahtera Astra) Lombok berhasil meraih penghargaan DSA Innovation yang diselenggarakan oleh Astra.



Sekarang produk-produk hasil olahan sorgum seperti kue kering, gula cair, madu, stick sorgum, tepung, beras, dan lainnya bisa dinikmati di Yant Sorgum yang beralamat di Ampenan, Lombok, NTB. Yant Sorgum buah hasil kerja keras dan usaha ibu Yanti. Next produknya, Ibu Yanti juga berinovasi memproduksi variasi produk gelas dan mangkuk edible dari sorgum. 

Semoga semangat pantang menyerah ibu Yanti bisa ditularkan kepada anak-anak muda yang ingin berproses dan sukses serta bermanfaat untuk banyak orang. Million thanks juga untuk Astra Indonesia yang men-support, berkontribusi, dan mengapresiasi anak muda dalam berkarya yang sesuai dengan cita-cita Astra Indonesia yaitu sejahtera bersama bangsa.