Laman

Rabu, 28 September 2016

Pesona Gili Poh

Mercusuar yang ada di gili Poh
Daerah Sekotong merupakan salah satu desa yang terletak di kabupaten Lombok Barat yang kini semakin dikenal oleh para wisatawan karena mempunyai banyak pantai dan gili (pulau kecil) yang sangat indah. Diantaranya gili Nanggu, Sudak, Kedis, Layar, Asahan, Rengit, Goleng, Poh dan masih banyak gili lainnya. Namun kali ini saya akan share tentang trip saya ke gili Poh.
pemandangan dari gili Poh
Gili Poh terletak di Sekotong Barat, gili yang masih sangat alami karena jarang dikunjungi oleh wisatawan dan tidak banyak yang tahu tentang gili Poh. Kalaupun Anda ingin travelling ke gili Poh, cobalah bertanya di masyarakat sekitar ataupun bisa charter perahu dari penyebrangan yang ada di desa Tawun, Sekotong Barat. hoping island atau singgah di beberapa gili menjadi pilihan yang tepat kalau ingin mengelilingi beberapa gili di Sekotong, termasuk ke gili Poh. Soal biaya bisa dibicarakan dengan nelayan/pemilik perahu.
Kalau ingin ke gili Poh ataupun hoping island ke beberapa gili, Anda bisa menghubungi nelayan yang saya pernah charter boat/perahunya, diantarnya Pak Misbah (082340900538) yang ada di Tawun atau pak Umar (085205044624) yang di gili Asahan. Anda bisa meminta mereka untuk mengantar ke beberapa gili di daerah Sekotong. waktu itu saya dan teman-teman berangkat dari gili Asahan, karena kami bermalam di gili Asahan. 
Suasana di gili Poh sangat tenang dan sepi, tidak banyak aktifitas yang bisa di lihat selain para nelayan yang sedang bercumbu asyik dengan kail pancinnya. Pasir putih, air yang jernih dan bening membuat saya dan teman-teman tergoda untuk bereneng dan snorkeling, meski terumbu karannya tidak sebanyak seperti di gili Layar namun snorkeling di sana lumayan asyik.  Arus pantai di gili Poh lumayan besar oleh karena itu harus lebih berhati-hati.  
Yang unik dari gili Poh adalah mercusuar. Mercusuar  yang bersinar pada malam hari, digunakan sebagai navigasi untuk membantu para pelaut  membawa kapalnya.  Selian itu Anda bisa menikmati hamparan padang savana hijau dan beberapa beruga tersedia di gili Poh, tempat istirahat sembari menikmati hembusan angin. Tidak ada hotel ataupun penginapan di gili Poh.

Jangan lupa bawa minum atapun snack untuk menjanggal perut jika ingin lebih lama menikmati suasana gili Poh karena di sana tidak ada yang jualan. Dan jangan lupa bawa sampah, pulang. jangan kotori lingkungan. 

Selasa, 27 September 2016

Ketika Budpar merangkul, Lintas Komunitas membaur

photo by friend
Terpilihnya Lombok sebagai destinasi wisata halal  membuat Lombok semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan. Selain itu, karena Lombok juga mempunyai tempat wisata yang indah dan eksotis, salah satunya adalah Gili Sudak, Sekotong, Lombok Barat.

pemandangan dari gili Sudak
Gili Sudak mungkin jarang terdengar oleh para wisatawan, namun tak kalah mempesona dengan gili-gili yang lain. Di tambah lagi, gili Sudak sangat indah dan tidak terlalu ramai. Anda juga bisa mengunjungi gili Tangkong dan gili Kedis yang tak jauh dari gili Sudak. Pulau yang tenang ditambah dengan pemandangan bukit serta birunya laut membuat betah berlama-lama di gili Sudak. Sekitar 1 jam perjalanan dari kota Mataram. Setelah carter boat/perahu penduduk, hanya sekiar 10-15 menit untuk sampai ke gili ini dari tempat penyebrangan di dusun Medang.
peserta sosial media camp
Pada hari sabtu-minggu yang lalu, saya dan teman-teman dari berbagai komunitas mengikuti kegiatan Social Media Camp yang diadakan oleh Budpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) NTB, kerjasama dengan para blogger dan lintas komunitas baik dari Lombok ataupun Sumbawa. Kegiatan ini bertujuan untuk merangkul para lintas komunitas mempromosikan pariwisata Lombok Sumbawa.

camping di gili Sudak
Sore harinya kami mulai menggelar tenda, sembari saling mengakrabkan diri dengan komunitas yang ikut serta kegiatan Social Media Camp dan juga menikmati panorama gili Sudak. Kegiatan tidak hanya camping, namun juga berdiskusi dengan staf dari Budpar tentang bagaimana mempromosikan pesona Lombok Sumbawa dengan cara yang baik.  
transplantasi terumbu karang
Kegiatan berlanjut pada minggu pagi, setelah sarapan kami mulai dari bersih-bersih sampah di sekitar pantai, ada juga lomba yel-yel dan outbound. Kegiatan Social Media Camp semakin seru, ketika kami ikut kegiatan transplantasi terumbu karang. Temen-teman dari komunitas dengan antusias menyelam dan menaruh terumbu karang di kawasan pantai gili Sudak. Semoga dengan adanya kegiatan ini, semakin menyadarkan kita untuk tetep menjaga lingkungan dan daerah wisata kita. Kegiatan pun ditutup dengan foto bareng dan makan siang bersama.  Nemu sampah, pungutlah!!!

para komunitas sedang pungut sampah
                                   

Selasa, 20 September 2016

Karena pungut sampah itu gak susah

Pada sabtu pagi saya, beberapa teman  relawan Kelas Inspirasi dan mbak Aisah dari bank sampah berangkat ke Gili Maringkik yang berada di Tanjung Luar, Lombok Timur. Gili Maringkik merupakan pulau dengan jumlah penduduk sekitar 600kk dan lumayan padat. Jarak dari mataram ke pulau Maringkik sekitar 2 jam.
Hari sabtu dan minggu saya dan teman-teman relawan ada kegiatan yang merupakan kegiatan follow up dari Kelas Inspirasi Lombok yang sudah berlangsung 28 maret 2016 yang lalu. Kegiatan ini lebih berupa pengabdian ke masyarakat tentang permasalahan yang terjadi di pulau/gili. Tujuan kami ke Gili Maringkik yaitu mengadakan kegiatan bersih pantai dan penyuluhan tentang pemanfaatan sampah, karena kebanyakan masalah yang kami lihat di pulau ini adalah banyaknya sampah. kami pun turut serta mengundang mbak Aisah sebagai narasumber sekaligus pelatih pada kegiatan ini. Mbak Aisyah tidak hanya melatih tetapi juga mengedukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari sampah. 
Aisyah Odist yang arab disapa mbak Aisyah ini merupakan aktifis dan pegiat lingkungan. Mbak Aisyah dengan bank sampahnya sudah banyak melakukan kegiatan baik berupa penyuluhan sampah, penghijauan dan penanaman bakau di daerah pesisir maupun pelatihan tentang pemanfaatan sampah ke Masyarkat di NTB khusunya. Saya sangat senang ketika bisa mengunjungi bank sampah yang didirikan oleh mbak Aisyah dan bisa melihat hasil karya-karya daur ulang sampah yang sudah disulap menjadi tas, kotak pensil dan hiasan-hiasan dari sampah plastik.
Kegiatan pertama kami berkunjung ke SDN 2 Tanjung Luar sekalian silaturrahmi dengan guru-guru serta bertemu dengan adik-adik di sekolah di mana Kelas Inspirasi Lombok berlangsung. Kami sangat senang bertemu dengan mereka. Selanjutnya sore hari kamipun berkeliling melihat dan observasi kondisi pulau dan mengobrol dengan masyarakat sekitar.
Menjelang magrib kami mendirikan tenda karena akan bermalam di sana. Pada malam hari kami berdiskusi tentang kegiatan untuk hari minggu. Ditemani langit penuh bintang, kopi hangat, alunan musik gitar dan suara gemuruh ombak membuat camping di pulau Maringkik sangat mengasikkan.
Setelah sarapan pagi kami bergegas ke sekolah dan berkumpul dengan adik-adik. Kak Wulan yang memandu acara mulai menyemangati adik-adik dengan yel-yel semangat. Setelah itu kegiatan bersih-bersih pantai berlangsung, kami dan adik-adik sangat semangat ikut kegiatan ini. Tak lupa mbak Aisyah juga mengedukasi adik-adik tentang jenis-jenis sampah, sehingga mereka punya pengetahuan tentang sampah. Setelah memungut sampah, kami mengajak adik-adik untuk bermain di tepi pantai.
Usai kegiatan bersih pantai, jam 9 mbak Aisyah mulai memberikan pengarahan kepada warga yang hadir tentang pemanfaatan sampah. Selanjutnya mbak Aisyah melatih bagaimana membuat sampah menjadi barang-barang yang bemanfat seperti membuat tas, kotak pensil ataupun piring dari minuman gelas plastik, yang semuanya itu sangat bermanfaat dan mempunyai nilai jual dan guna. Para warga sangat antusias untuk belajar dan mengikuti arahan dari mbak Aisyah. Selesai acara jam 11.30 kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke Mataram. 
kalau nemu sampah, pungutlah!